Tingkat keterlibatan masyarakat dalam dunia kerja merupakan indikator penting untuk menilai keberhasilan pembangunan ekonomi suatu wilayah. Tingginya daya serap tenaga kerja tidak hanya mencerminkan peningkatan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga membantu menekan angka pengangguran. Dua faktor yang diyakini memberi kontribusi besar dalam proses ini adalah investasi serta pengeluaran pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah bagaimana investasi dan belanja pemerintah berdampak pada penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor di Provinsi Jambi selama periode tahun 2020–2024. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan sifat asosiatif kausal. Dalam hal ini, tingkat penyerapan tenaga kerja sektoral ditetapkan sebagai variabel dependen, sementara variabel independennya mencakup investasi dan pengeluaran pemerintah. Penelitian memanfaatkan data sekunder yang bersumber dari BPS serta lembaga pemerintah terkait. Analisis data dilakukan melalui regresi linier berganda dengan dukungan perangkat lunak SPSS. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa secara simultan, investasi dan pengeluaran pemerintah memberikan pengaruh signifikan terhadap tingkat penyerapan tenaga kerja di Provinsi Jambi. Namun, secara parsial, investasi terbukti berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan pengeluaran pemerintah meski positif namun tidak signifikan. Artinya, investasi memiliki peranan lebih dominan dibandingkan belanja pemerintah. Oleh karena itu, kebijakan daerah disarankan untuk mendorong realisasi investasi sekaligus menyalurkan anggaran pada sektor padat karya demi menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jambi.