Kemiskinan masih menjadi tantangan mendasar dalam pembangunan ekonomi, terutama di daerah yang memiliki ketergantungan tinggi pada sektor agraris seperti Kabupaten Muaro Jambi. Meskipun tingkat kemiskinan wilayah ini relative lebih rendah dibandingkan rata-rata Provinsi Jambi, persoalan tersebut tetap penting untuk diperhatikan karena berimplikasi pada kualitas hidup Masyarakat, distribusi pendapatan, dan stabilitas sosial. Penilitian ini Bertujuan untuk menganalisis sejauh mana Tingkat pengangguran terbuka (TPT) dan rata-rata lama sekolah (RLS) memengaruhi kemiskinan di Kabupaten Muaro Jambi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan model regresi linier berganda berbasis data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) periode 2020-2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan kedua variabel independen berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan, sebagaimana ditunjukkan oleh hasil uji f dengan nilai signifikansi di bawah 0,05. Secara parsial, TPT tidak terbukti berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan, yang mengindikasi kan bahwa dinamika pengangguran formal tidak secara langsung mencerminkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Sebaliknya, RLS memiliki pengaruh signifikan namun dengan arah positif, yang menunjukkan adanya fenomena educated unemployement, di mana peningkatan lama sekolah tidak otomatis menurunkan kemiskinan karena keterbatasan lapangan kerja formal yang tersedia, Nilai Koefisien determinasi (R2) sebesar 0,963 menegaskan bahwa hamper seluruh variasi kemiskinan di Muaro Jambi dapat dijelaskan oleh TPT dan RLS. Temuan ini menyiratkan bahwa kebijakan pengentasan kemiskinan perlu diarahkan tidak hanya pada penciptaan lapangan kerja, tetapi juga pada peningkatan kualitas Pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja, agar pendidikan mampu berfungsi opyimal sebagai instrumen pengurangan kemiskinan.