Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Digital Transformation, Alliance ManagementCapabilities, dan Supply Chain Capabilities berpengaruh terhadap Supply Chain Competitive Performance, serta mengevaluasi peran moderasi dari Environmental Uncertainty. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan-perusahaan freight forwarding menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model analisis Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Alliance Management Capabilities memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Digital Transformation dan Supply Chain Capabilities. Selain itu, Digital Transformation secara signifikan meningkatkan empat dimensi utama Supply Chain Capabilities, yaitu Information Exchange, Activity Integration, Collaboration, dan Responsiveness. Sementara itu, Information Exchange, Activity Integration, dan Responsiveness memberikan dampak positif yang signifikan terhadap Supply Chain Competitive Performance, sedangkan Collaboration tidak memberikan pengaruh signifikan. Penelitian ini juga menemukan bahwa Environmental Uncertainty tidak memoderasi hubungan antara Digital Transformation dan Supply Chain Competitive Performance. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan aliansi strategis dan transformasi digital dalam memperkuat kapabilitas rantai pasok dan meningkatkan daya saing operasional perusahaan. Penelitian ini memberikan wawasan strategis bagi pelaku industri logistik untuk mengoptimalkan sinergi antar mitra, memperluas adopsi teknologi digital, dan meningkatkan kapabilitas rantai pasok dalam menghadapi tantangan bisnis yang dinamis.