Pengobatan dilakukan sebagai upaya individu untuk menanggapi kondisi sakit. Masyarakat memiliki kebebasan dalam memilih jenis pengobatan, seperti pengobatan tradisional menjadi salah satu pilihan pengobatan yang eksis di tengah masyarakat. Fenomena memilih pengobatan tradisional dibandingkan pengobatan modern atau pengobatan lainnya terjadi juga pada pasien di Apta Daffa Terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses memilih dan menyelesaikan pengobatan di Apta Daffa Terapi. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif dengan teknik pengambilan data melalui wawancara dan observasi kepada tujuh informan utama dan satu informan pendukung. Teknik pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling. Data hasil penelitian dikaitkan dengan teori Suchman tentang analisis perilaku sakit dengan tahap-tahap pembuatan keputusan pengobatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengambilan keputusan pengobatan oleh informan sejalan dengan lima tahap dalam teori Suchman. Tahap pengenalan gejala ditandai dengan keterbatasan gerak yang mengganggu aktivitas harian, gejala akibat terjatuh, serta keluhan seperti pusing dan nyeri. Tahap kedua, asumsi peranan sakit informan melakukan penundaan (procastination), self-medication, dan shopping yang dilanjutkan fragmentation. Tahap ketiga, kontak dengan pelayanan kesehatan dilakukan setelah upaya pengobatan medis, tradisional, dan herbal kurang memberikan efektivitas pada kesembuhan informan. Tahap keempatĀ ketergantungan pasien, informan terbagi dalam terapi jangka pendek, terapi saat kambuh, dan terapi rutin. Tahap terakhir, sembuh atau rehabilitasi sebagian besar informan yang merasakan kesembuhan dan memutuskan untuk menghentikan pengobatan (discontinuity), sedangkan lainnya melanjutkan pengobatan (shopping kemudian fragmentation). Selain itu, didapatkan gambaran terkait proses memilih dan menyelesaikan pengambilan pengobatan dilakukan informan secara bertahap dengan dipengaruhi oleh persepsi gejala sakit, pengalaman pengobatan, dan aksesibilitas pelayanan kesehatan.