Tata kelola antrian memegang peranan penting dalam pelayanan pelanggan, terutama dalam meminimalkan waktu tunggu dan meningkatkan mutu layanan. Riset ini berfokus pada perancangan model simulasi antrian berbasis web, yang menerapkan prinsip _First-Come, First-Served_ (FCFS) atau Siapa Cepat Dia Dapat. Model ini didesain agar mampu merepresentasikan dinamika antrian secara _real-time_, sekaligus memvisualisasikan alur pelayanan dari awal hingga akhir. Dengan format web, sistem ini gampang diakses melalui berbagai perangkat. Evaluasi dilakukan dengan mengukur selisih waktu tunggu pelanggan dan efektivitas layanan, sebelum dan sesudah penerapan model. Hasilnya memperlihatkan bahwa penerapan metode FCFS pada sistem antrian berbasis web terbukti ampuh dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan antrian[1]. Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita sering menjumpai antrean, misalnya di bank, klinik rumah sakit, atau praktik dokter. Di praktik dokter, biasanya pasien datang langsung, mendaftar, kemudian menunggu giliran untuk diperiksa dokter. Saat pasien banyak dan mengantre, seringkali mereka tidak tahu kapan akan dipanggil, sehingga harus menunggu sampai giliran tiba. Hal ini sering menimbulkan rasa tidak nyaman, apalagi bagi yang sedang sakit atau punya keperluan mendesak. Terkadang, saking banyaknya antrean, ada pasien yang kecewa karena tidak bisa mendaftar lagi karena kuota hari itu sudah habis. Untuk mengatasi masalah tersebut, dibuatlah sistem antrean pasien di praktik dokter dengan metode First Come First Serve (FCFS), yang juga dilengkapi notifikasi SMS dan berbasis web menurut[2].