Novalina, Dhiah
Program Studi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta, Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Keunggulan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Kipahit dengan Metode Maserasi terhadap Bakteri Vibrio cholerae Farisi, Muhammad Al; Novalina, Dhiah; Solikah, Monika Putri
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16325

Abstract

Cholera is an intestinal infection caused by the bacterium Vibrio cholerae, which can cause dehydration due to acute diarrhea that can be fatal. The use of antibiotics has the potential to cause resistance and has side effects. The kipahit plant (Tithonia diversifolia) can be a potential traditional medicine. Kipahit leaves contain tannins, glycosides, triterpenoids, phenolics, flavonoids, saponins, and alkaloids. The purpose of this study was to test the antibacterial activity of kipahit leaf extract against Vibrio cholerae bacteria, by comparing the infusion and maceration extraction methods. This study was conducted using a true experimental design. Testing the antibacterial activity of kipahit leaf extract against Vibrio cholerae bacteria was carried out using the disc diffusion method, with a comparison between the infusion and maceration extraction methods. The measurement data were analyzed quantitatively by applying the Kruskal-Wallis statistical test. The results of the analysis showed that there was antibacterial activity of kipahit leaf extract against the growth of Vibrio cholerae bacteria. The maceration extraction method at 30% and 50% concentrations showed inhibition zones, while the infusion extraction method at 30% and 50% concentrations showed no inhibition zones against Vibrio cholerae. In conclusion, the maceration extraction method showed antibacterial activity against Vibrio cholerae.Keywords: Vibrio cholerae; kipahit leaf extract; maceration; antibacterial activity ABSTRAK Kolera merupakan suatu infeksi usus oleh bakteri Vibrio cholerae, yang dapat menimbulkan dehidrasi akibat diare akut yang berisiko kematian. Penggunaan antibiotik berpotensi menyebabkan resistensi dan memiliki efek samping. Tanaman kipahit (Tithonia diversifolia) dapat berpotensi sebagai obat tradisional. Daun kipahit mengandung senyawa tannin, glikosida, triterpenoid, fenolik, flavonoid, saponin, dan alkaloid. Tujuan penelitian ini adalah menguji aktivitas antibakteri ekstrak daun kipahit terhadap bakteri Vibrio cholerae, dengan membandingkan metode ekstraksi infusa dan maserasi. Penelitian ini dilakukan menggunakan true experimental design. Pengujian aktivitas antibakteri ekstrak daun kipahit terhadap bakteri Vibrio cholerae dilakukan menggunakan metode difusi cakram, dengan perbandingan antara metode ekstraksi infusa dan maserasi. Data hasil pengukuran dianalisis secara kuantitatif dengan penerapan uji statistik Kruskal-Wallis. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat aktivitas antibakteri ekstrak daun kipahit terhadap pertumbuhan bakteri Vibrio cholerae. Metode ekstraksi maserasi konsentrasi 30% dan 50% dapat menunjukkan zona hambat sedangkan melalui metode ekstraksi infusa konstraksi 30% dan 50% ekstrak daun kipahit tidak menunjukkan zona hambat terhadap Vibrio cholerae. Sebagai kesimpulan, melalui metode ekstraksi maserasi, ekstrak daun kipahit dapat menampilkan aktivitas antibakteri terhadap Vibrio cholerae.Kata kunci: Vibrio cholerae; ekstrak daun kipahit; maserasi; aktivitas antibakteri
Potensi Ekstrak Daun Kersen (Muntingia calabura L.) untuk Menghambat Pertumbuhan Bakteri Proteus vulgaris Penyebab Penyakit Infeksi Saluran Kemih Rahma, Faza Alifa Fathur; Novalina, Dhiah; Putri, Widaninggar Rahma
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16321

Abstract

Urinary tract infections are caused by microorganisms such as Proteus vulgaris bacteria, which are often identified in cases of complicated urinary tract infections. Inappropriate use of antibiotics can lead to resistance, so alternative plant-based treatments are needed. Cherry leaves (Muntingia calabura L.) contain flavonoids, tannins, and saponins that have antibacterial properties. The purpose of this study was to evaluate the antibacterial activity of cherry leaf extract against Proteus vulgaris bacteria and determine its effective concentration. The method used was an antibacterial sensitivity test with the Kirby-Bauer disc diffusion technique, using extract concentrations of 20%, 40%, and 80%, with ciprofloxacin as a positive control and distilled water as a negative control. Furthermore, the inhibition zones formed were measured and comparisons were made between groups using the One Way ANOVA test and the Bonferroni test as a Post Hoc test. The analysis results showed that the diameter of the inhibition zone for each group was 20% = 13 mm, 40% = 15.8 mm, and 80% = 19.8 mm. All of these are still classified as resistant. In conclusion, cherry leaf extract has antibacterial activity against Proteus vulgaris bacteria, but it is not optimal because it is still in the resistant category.Keywords: Muntingia calabura; antibacterial; sensitivity test; Proteus vulgaris; inhibition zone ABSTRAK Infeksi saluran kemih disebabkan oleh mikroorganisme seperti bakteri Proteus vulgaris yang kerap teridentifikasi dalam kasus infeksi saluran kemih berkomplikasi. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menimbulkan resistensi, sehingga alternatif pengobatan berbasis tanaman diperlukan. Daun kersen (Muntingia calabura L.) mengandung flavonoid, tanin, dan saponin yang memiliki sifat antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak daun kersen terhadap bakteri Proteus vulgaris dan menentukan konsentrasi efektifnya. Metode yang digunakan adalah uji sensitivitas antibakteri dengan teknik difusi cakram Kirby-Bauer, menggunakan konsentrasi ekstrak 20%, 40%, dan 80%, dengan ciprofloxacin sebagai kontrol positif dan aquadest sebagai kontrol negatif. Selanjutnya, zona hambat yang terbentuk diukur dan dilakukan perbandingan antar kelompok menggunakan uji One Way ANOVA dan uji Bonferroni sebagai Post Hoc test. Hasil analisis menunjukkan bahwa diameter zona hambat untuk masing-masing kelompok adalah 20% = 13 mm, 40% = 15,8 mm dan 80% = 19,8 mm. Semua ini masih tergolong resisten. Sebagai kesimpulannya, ekstrak daun kersen memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Proteus vulgaris, tetapi belum optimal karena masih dalam kategori resisten.Kata kunci: Muntingia calabura; antibakteri; uji sensitivitas; Proteus vulgaris; zona hambat