Pendidikan sangat penting bagi setiap individu, sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat 1, yang menjelaskan bahwa pendidikan adalah upaya sadar dan terencana untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman dan proses belajar mengajar yang efektif, sehingga memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan potensinya secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana konseling kelompok berkontribusi dalam meningkatkan motivasi siswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi, serta membantu mereka menemukan solusi dan menentukan jalur karier masa depan. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran dengan lima peserta dari SMK Mutu. Data kuantitatif diperoleh melalui penilaian pra-tes dan pasca-tes menggunakan skala motivasi untuk mengejar pendidikan tinggi yang diadaptasi dari College Motivation Scale (CMS) yang dikembangkan oleh Corts & Stoner (2008), sementara data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara dengan guru bimbingan dan konseling dan siswa, serta observasi yang dilakukan selama sesi konseling. Analisis skor perolehan menunjukkan bahwa subjek Am memperoleh skor 0,8 (kategori tinggi), subjek Na memperoleh skor 0,9 (kategori tinggi), subjek De juga memperoleh skor 0,9 (kategori tinggi), subjek Cf memperoleh 0,7 (kategori sedang), dan subjek Aa memperoleh skor 0,6 (kategori sedang). Hasil-hasil ini menunjukkan bahwa intervensi konseling meningkatkan pemahaman dan kemampuan siswa untuk menyeimbangkan peran; meskipun beberapa siswa memperoleh skor sedang, mayoritas menunjukkan peningkatan yang tinggi. Secara kualitatif, sesi konseling membantu kelima peserta meningkatkan kepercayaan diri, keterampilan interaksi sosial, kematangan pengambilan keputusan, kemampuan untuk menentukan bidang studi yang dituju, dan kepastian mengenai prospek karier masa depan setelah menyelesaikan kuliah. Proses konseling kelompok, yang dilakukan selama enam sesi dalam dua minggu, terbukti efektif dalam mendorong perubahan perilaku, emosi, dan kognitif. Oleh karena itu, konseling kelompok berperan sebagai intervensi psikologis penting untuk membantu siswa SMK membangun kepercayaan diri, membuat keputusan karier, dan mengembangkan keberanian sosial yang dibutuhkan untuk menghadapi masa depan