Lionoro, Callista Caesaria
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Hukum Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual atas Karya Generative AI dalam Perspektif Hukum Dagang Lionoro, Callista Caesaria; Partogi, Keiser Shandros; Sutanto, Tricia Laurent

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52947/.v11i2.1159

Abstract

Penelitian ini mengkaji permasalahan hak cipta yang muncul sebagai akibat dari produk perkembangan teknologi berupa Artificial Intelligence (AI), terutama terkait penggunaan karya Studio Ghibli sebagai data latih sistem Artificial Intelligence (AI). Melalui metode pendekatan kualitatif dengan gaya yuridis, penelitian ini menelaah regulasi nasional dan internasional serta menyoroti potensi pelanggaran terhadap hak moral dan hak ekonomi yang timbul dari praktik penggandaan tanpa izin yang menciptakan karya turunan AI. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa baik Undang-Undang No.28 tahun 2014 tentang Hak Cipta Indonesia maupun Japan Copyright Act telah memberikan dasar perlindungan hukum yang kuat, akan tetapi masih menghadapi berbagai tantangan dalam melindungi hak cipta dari penyalahgunaan perkembangan teknologi berupa AI. hal ini tentu menimbulkan sebuah dilema antara kemajuan teknologi dengan perlindungan hak cipta. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan adanya pembaharuan hukum yang mengutamakan transparansi, akuntabilitas, serta etika penggunaan data agar tercipta keseimbangan antara kemajuan teknologi dengan perlindungan hak cipta.
Kepastian Hukum Hak Keperdataan dan Waris bagi Anak Luar Kawin Lionoro, Callista Caesaria; Abu Bakar, Farrel Reyhansyah; Partogi, Keiser Shanderos; Ginting, Yuni Priskila; Caesaria, Callista
Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains Vol 5 No 01 (2026): Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jhhws.v5i01.3239

Abstract

Studi ini menganalisis upaya untuk mencapai kepastian hukum terkait hak-hak sipil dan warisan anak yang lahir di luar perkawinan di Indonesia, khususnya setelah Putusan Mahkamah Konstitusional No. 46/PUU-VIII/2010. Putusan ini secara fundamental mengubah Pasal 43 ayat (1) Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang menetapkan hubungan sipil antara anak dan ayah biologisnya, asalkan paternitas dapat dibuktikan. Meskipun putusan tersebut bertujuan untuk menegakkan hak-hak konstitusional anak, implementasi praktisnya di pengadilan tingkat bawah menghadapi ambiguitas mengenai kedudukan hukum (locus standi) dan nilai pembuktian bukti dalam perkara pewarisan dan pengakuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum normatif untuk menguji koherensi antara aturan tradisional KUHP tentang kekerabatan dan persyaratan modern untuk bukti ilmiah (misalnya, tes DNA). Temuan menekankan bahwa menjamin kepastian hukum bagi anak membutuhkan konsistensi peradilan yang kuat dan aturan Hukum Acara Perdata yang terstandarisasi tentang bukti. Hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa hak-hak substantif yang diperluas diterjemahkan secara efektif menjadi klaim warisan yang dapat ditegakkan, sehingga mencegah ketidakpastian hukum dan administratif.