Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kompetensi penyuluh terhadap kinerja penyuluh pertanian melalui peran kepemimpinan transformasional di Kabupaten Malinau. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan desain penelitian korelasional, penelitian ini melibatkan penyuluh pertanian yang bekerja di daerah tersebut sebagai responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mengukur kompetensi, kepemimpinan transformasional, dan kinerja penyuluh. Hasil analisis menggunakan Partial Least Squares (PLS) menunjukkan bahwa kompetensi penyuluh berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja mereka, baik secara langsung maupun melalui peran mediasi kepemimpinan transformasional. Temuan ini mendukung hipotesis bahwa kepemimpinan transformasional memperkuat pengaruh kompetensi penyuluh terhadap kinerja mereka. Secara khusus, kompetensi penyuluh berperan dalam meningkatkan kepemimpinan transformasional, yang pada gilirannya memotivasi penyuluh untuk meningkatkan kinerja mereka. Penelitian ini menyoroti pentingnya pengembangan kompetensi penyuluh melalui pelatihan yang berkelanjutan serta penerapan kepemimpinan yang mampu menginspirasi dan mendukung penyuluh dalam melaksanakan tugas mereka. Temuan ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman tentang bagaimana kompetensi dan kepemimpinan transformasional dapat meningkatkan kinerja penyuluh pertanian, serta memberikan wawasan bagi pengembangan kebijakan dalam sektor penyuluhan pertanian. Penelitian ini juga menyarankan agar studi lebih lanjut dilakukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi kinerja penyuluh.