Maulani, Siti Helpi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN BURNOUT DALAM MEMEDIASI WORKLOAD DAN PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT TERHADAP TURNOVER INTENTION Maulani, Siti Helpi; Tyas, Ari Anggarani Winadi Prasetyoning
Jurnal Penelitian Manajemen Terapan (PENATARAN) Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Manajemen STIE Kesuma Negara Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya tekanan kerja dapat menyebabkan burnout dan meningkatkan turnover intention, sehingga perusahaan perlu memahami peran workload dan perceived organizational support dalam menjaga kestabilan tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh workload dan perceived organizational support terhadap turnover intention dengan burnout sebagai variabel mediasi pada karyawan sales di perusahaan dagang cahaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kuantitatif dengan survei melalui kuesioner kepada 80 responden, yang dipilih melalui purposive sampling dengan sample jenuh/sensus, kriteria karyawan bagian sales. Analisis menggunakan Structural Equation Modeling Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Workload berpengaruh positif terhadap burnout tetapi tidak berpengaruh terhadap turnover intention. perceived organizational support berpengaruh negatif terhadap burnout dan turnover intention. Selain itu, burnout terbukti berpengaruh positif terhadap turnover intention dan berperan sebagai mediasi antara workload maupun perceived organizational support terhadap turnover intention. Implikasi praktis dari penelitian ini menunjukkan bahwa perusahaan perlu mengevaluasi ulang workload dengan menyesuaikan jangka waktu dalam mencapai target penjualan yang ditetapkan sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah pemasaran yang ditangani. Perusahaan memberikan petunjuk atau arahan mengenai strategi Penjualan, kendala atau komplain pelanggan. Serta, perusahaan perlu rutin memantau kondisi kesehatan mental karyawan, dengan penerapan program pencegahan burnout seperti pelatihan manajemen stres atau aktivitas tim juga bisa menjadi strategi yang efektif untuk mempertahankan karyawan.