Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integrasi Ekoteologi dan Maqashid Syariah dalam Tata Kelola Zakat Hijau: Analisis Green Zakat Framework Indonesia Amrullah, A Afif; Roibin; Mustofa, M Lutfi
Al-Musthofa: Journal of Sharia Economics Vol. 8 No. 2 (2025): Journal of Sharia Economics
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/al-musthofa.v8i2.4593

Abstract

The global climate crisis requires multi-stakeholder collaboration and resource allocation, including optimizing zakat for environmental sustainability. The aim of this research is to analyze the Green Zakat Framework released by Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Bank Syariah Indonesia (BSI), the United Nations Development Programme (UNDP), and IPB University. This research is a literature review using a descriptive-analytical approach. The results demonstrate that the integration of ecotheology and maqasid sharia serves as a legitimate basis for developing green zakat governance in Indonesia, which is not only viewed as a socio-economic obligation but also has an environmental sustainability dimension. Its implementation is translated into four pillars of zakat governance: collection, management, distribution, and reporting, oriented towards hifz al-bi'ah (environmental protection) and the achievement of the sustainable development goals (SDGs).  
Peran Kerja Bakti Kolaboratif Mahasiswa dan Masyarakat dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Sikap Peduli Lingkungan di Sekitar Kampus Amrullah, A Afif; Maulana, Khabib; Mujito, Mujito; Abror, Sirojuddin; El-Yunusi, Muhammad Yusron
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2591

Abstract

Synergy and mutual cooperation (gotong royong) between students and the community are important factors in maintaining environmental quality around the university site. This article discusses community service involving collaboration between students and the surrounding community to increase awareness and participation in maintaining environmental cleanliness, particularly in addressing waste accumulation and river blockages caused by water hyacinth. This activity is a PAR-based community service (PAR), which positions students and the community as subjects of social change through planning and concrete action stages. The results of this community service show significant changes in physical and social indicators, namely: (1) the restoration of smooth river drainage flow after removing water hyacinth sedimentation; (2) the creation of roadside areas that are clean from wild garbage and vines; and (3) increasing active participation of residents in flood risk mitigation through a culture of mutual cooperation. The main conclusion is that community service with participatory methods is effective not only for physical cleanliness, but also as a means of knowledge transfer and the formation of sustainable environmental care characters.ABSTRAKSinergi dan kerja sama timbal balik (gotong royong) antara mahasiswa dan masyarakat merupakan faktor penting dalam menjaga kualitas lingkungan di sekitar kampus. Artikel ini membahas pengabdian masyarakat yang melibatkan kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat sekitar untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya dalam mengatasi penumpukan sampah dan penyumbatan sungai akibat eceng gondok. Kegiatan ini adalah pengabdian masyarakat berbasis PAR (participatory action research), yang menempatkan mahasiswa dan masyarakat sebagai subjek perubahan sosial melalui tahapan perencanaan dan aksi konkret. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan perubahan signifikan pada indikator fisik dan sosial, yakni: (1) pulihnya kelancaran aliran drainase sungai setelah pengangkatan sedimentasi eceng gondok; (2) terciptanya kawasan bahu jalan yang bersih dari sampah liar dan tanaman rambat; serta (3) meningkatnya partisipasi aktif warga dalam mitigasi risiko banjir melalui budaya gotong royong. Kesimpulan utamanya adalah pengabdian masyarakat dengan metode partisipatif efektif tidak hanya untuk kebersihan fisik, tetapi juga sebagai sarana transfer pengetahuan dan pembentukan karakter kepedulian lingkungan yang berkelanjutan.