Penelitian ini dilakukan di PT XYZ yang bergerak di bidang industri farmasi, dengan tujuan untuk menganalisis upaya pencegahan serta penilaian risiko kecelakaan kerja pada proses kalibrasi alat laboratorium menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA). Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) menjadi aspek penting dalam menjaga keamanan tenaga kerja dan kualitas hasil produksi, mengingat kegiatan kalibrasi melibatkan paparan bahan kimia, peralatan listrik, serta kondisi kerja yang berpotensi menimbulkan kecelakaan. Metode JSA diterapkan melalui tahapan pengenalan potensi bahaya, evaluasi tingkat risiko, serta penerapan langkah-langkah pengendalian untuk meminimalkan dampak risiko. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, pengamatan langsung di lapangan, serta penelaahan dokumen internal perusahaan. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa kegiatan dengan tingkat risiko tertinggi terjadi pada proses menyalakan dan mematikan peralatan, di mana potensi bahayanya meliputi risiko sengatan listrik dan luka bakar. Risiko sedang ditemukan pada proses kalibrasi alat serta penyimpanan alat berat, sedangkan risiko rendah terjadi pada aktivitas persiapan dan pencatatan hasil kalibrasi. Upaya pengendalian yang dilakukan meliputi penerapan SOP, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), pelatihan berkala, dan pengawasan rutin. Berdasarkan hasil evaluasi, penerapan metode JSA terbukti efektif dalam mengidentifikasi dan meminimalkan risiko kecelakaan kerja. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pelatihan keselamatan, penambahan checklist kerja, serta penerapan budaya K3 secara berkelanjutan guna menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif di industri farmasi.