Migrasi penduduk merupakan fenomena yang tidak terpisahkan dari dinamika sosial dan ekonomi suatu wilayah. Di Indonesia, proses migrasi telah berlangsung sejak lama, baik secara internal antar daerah maupun ke luar negeri. Kota Ternate, sebagai salah satu pusat perdagangan di wilayah timur Indonesia, telah menjadi magnet bagi para migran. Letaknya yang strategis di jalur perdagangan rempah-rempah dan perannya sebagai pusat pemerintahan Kesultanan Ternate menjadikan kota ini memiliki daya tarik tersendiri. Seiring berjalannya waktu, komunitas Bugis-Makassar di Ternate tidak hanya berkontribusi dalam sektor ekonomi, tetapi juga membawa pengaruh besar terhadap kehidupan sosial dan budaya masyarakat setempat Selain itu, migrasi juga berdampak pada struktur ekonomi lokal. Teknik yang akan digunakan dalam menentukan informan ialah menggunakan teknik purposive sampling. Teknik ini dilakukan dengan menentukan terget informan dengan ciri-ciri yang sesuai dengan tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dampak migrasi orang Bugis Makassar yang tergolong dan terlibat aktif dalam Kelompok KKSS (Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan) di Kota Ternate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas Bugis-Makassar memiliki tingkat partisipasi sosial yang tinggi. Mereka aktif dalam kegiatan keagamaan, sosial, dan budaya lokal. Interaksi sosial berlangsung dalam suasana saling menghormati dan kolaboratif. Komunitas Bugis-Makassar menunjukkan tingkat integrasi sosial yang tinggi dengan masyarakat lokal. Mereka aktif dalam kegiatan keagamaan seperti pengajian, Maulid Nabi, dan kegiatan sosial seperti gotong royong dan bantuan bencana. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode deskripsif, dapat disimpulkan migrasi orang Bugis-Makassar ke Kota Ternate memberikan dampak yang signifikan terhadap proses akulturasi sosial dan budaya masyarakat setempat. Secara keseluruhan, migrasi orang Bugis-Makassar ke Kota Ternate tidak hanya membawa perubahan demografis, tetapi juga memperkaya kehidupan sosial dan budaya masyarakat lokal melalui proses akulturasi yang berlangsung secara dinamis dan konstruktif.