Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN LABORATORIUM MIXED REALITY (MR) UNTUK SIMULASI PRAKTIK TEKNIK MESIN BAGI GURU SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) Imansyah, Nur; Putri, Rachmah Agus
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.5372

Abstract

Abstract: Limited access to laboratory facilities in vocational education, particularly in the field of mechanical engineering, often becomes a major obstacle in providing safe and industry-relevant practical experiences. Vocational high school (SMK) teachers in Bontang face challenges in delivering effective and efficient practice-based learning. This study aims to develop a Mixed Reality (MR) Laboratory as an innovative solution for simulating mechanical engineering practices. The MR Mixed Lab is designed to provide interactive learning experiences through mixed reality technology, enabling teachers to guide students in understanding machine assembly and disassembly concepts without the risk of equipment damage or injury. In addition, MR implementation can reduce operational practice costs and increase the frequency of training within a more realistic learning environment. The research method employed is Research and Development (R&D) with the ADDIE model, which consists of the stages of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The development process involves user needs analysis, system design, creation of interactive 3D models, and effectiveness testing involving vocational school teachers. Data are collected through observation, questionnaires, and interviews to evaluate usability, learning effectiveness, and user engagement. The expected outcome is an MR Lab prototype that is relevant, feasible, and beneficial for vocational education. Keywords: Mixed Reality (MR), Practice Simulation, Mechanical Engineering, Digital Laboratory, Teacher Abstrak: Keterbatasan akses laboratorium dalam pendidikan vokasi, khususnya pada bidang teknik mesin, sering menjadi kendala utama dalam memberikan pengalaman praktik yang aman dan relevan dengan kondisi industri. Guru SMK di Bontang menghadapi tantangan dalam menyediakan sarana pembelajaran praktik yang efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Laboratorium Mixed Reality (MR) sebagai solusi inovatif untuk simulasi praktik teknik mesin. MR Mixed Lab dirancang untuk memberikan pengalaman pembelajaran interaktif melalui teknologi realitas campuran, memungkinkan guru membimbing siswa dalam memahami konsep perakitan dan pembongkaran mesin tanpa risiko kerusakan peralatan atau cedera. Selain itu, penggunaan MR dapat menekan biaya operasional praktik serta meningkatkan frekuensi latihan dalam lingkungan belajar yang lebih realistis. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang mencakup tahapan Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Proses pengembangan melibatkan analisis kebutuhan pengguna, desain sistem, pembuatan model 3D interaktif, serta pengujian efektivitas dengan melibatkan guru SMK. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan wawancara untuk mengevaluasi kemudahan penggunaan, efektivitas pembelajaran, serta tingkat keterlibatan pengguna. Hasil penelitian diharapkan dapat menghadirkan prototipe MR Lab yang relevan, layak, dan bermanfaat bagi pendidikan vokasi Kata kunci: Mixed Reality (MR), Simulasi Praktik, Teknik Mesin, Laboratorium Digital, Guru
Evaluasi Usability Sistem Informasi Kepegawaian (SIMPEG) Menggunakan SUS dan Heuristic Nielsen Putri, Rachmah Agus; Sriwibowo, Alvin Pradana; Fauzan, Ahmad Zaki
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 8, No 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v8i6.10069

Abstract

Abstrak - Sistem Informasi Kepegawaian (SIMPEG) berperan penting dalam mendukung proses administrasi pegawai di institusi pendidikan. Sistem ini menyajikan informasi yang digunakan oleh seluruh staf tendik dan dosen. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat usability SIMPEG menggunakan metode Heuristic Evaluation dan System Usability Scale (SUS) kemudian menyusun rekomendasi perbaikan antarmuka dalam bentuk low-fidelity wireframe. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap antarmuka, identifikasi masalah berdasarkan sepuluh prinsip heuristik Nielsen dan penyebaran kuesioner SUS kepada 35 responden pengguna aktif SIMPEG. Hasil evaluasi menunjukkan adanya beberapa permasalahan utama yaitu tampilan foto profil yang tidak berjalan dengan baik, informasi pada dashboard yang tidak sesuai tujuan dan prioritas SIMPEG, keberadaan modul yang tidak relevan seperti karya ilmiah dan KPI dan urutan riwayat cuti/izin yang tidak menampilkan data terbaru terlebih dahulu dan tidak memiliki fitur pencarian maupun filter. Nilai SUS memperoleh skor rata-rata 41 yang termasuk kategori Poor sehingga mengindikasikan perlunya perbaikan signifikan terhadap struktur antarmuka dan navigasi. Berdasarkan temuan tersebut penelitian ini mengusulkan desain ulang antarmuka level lo-fi untuk halaman dashboard dan modul cuti/izin. Rancangan ini diharapkan dapat meningkatkan kesesuaian informasi, konsistensi navigasi dan kemudahan penggunaan SIMPEG.Kata kunci: SIMPEG; Evaluasi Kegunaan; Heuristic Evaluation Nielsen; System Usability Scale; Low-Fidelity Prototyping; Abstract - SIMPEG functions as a core administrative platform within higher education institutions, enabling staff and lecturers to access and manage personnel-related information. This study evaluates the usability performance of SIMPEG using Nielsen’s Heuristic Evaluation and the System Usability Scale (SUS). Data were collected through direct interface observation, identification of usability violations based on ten heuristic principles, and distribution of the SUS questionnaire to 35 active users. The evaluation identified several critical issues including a non-functional profile photo component, dashboard information that does not align with SIMPEG’s intended priorities, the presence of irrelevant modules such as scientific publications and KPI tracking and a leave/permission history page that lacks sorting, filtering and displays older records first. The system obtained an average SUS score of 41 categorized as Poor indicating insufficient usability. Based on these findings a low-fidelity redesign of the dashboard and leave/permission modules is proposed to improve information clarity, strengthen navigation consistency and enhance overall system usability.Keywords: SIMPEG; Heuristic Evaluation Nielsen; Low-Fidelity Prototyping; Usability Evaluation; System Usability Scale;