Dalam mengaplikasikan perilaku caring perawat sering kali menghadapi tantangan yang menyebabkan menurunnya perilaku caring salah satunya adalah stres kerja. Semakin tinggi stres kerja yang dialami perawat maka perilaku caring yang ditunjukkan cenderung semakin kurang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan stres kerja dengan perilaku caring perawat di ruang rawat inap Mawar, Cempaka dan Antorium Rumah Sakit Elim Rantepao Tahun 2025. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat yang bertugas dan pasien yang dirawat diruang rawat inap Mawar, Cempaka dan Antorium Rumah Sakit Elim Rantepao dengan jumlah 133 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala likert. Pengolahan data menggunakan program SPSS versi 25. Data diuji statistik fisher dengan tingkat ketelitian 5% (0,05). Distribusi karakteristik menunjukkan stres kerja perawat mayoritas ringan sebanyak 32 responden (74,4%), perilaku caring perawat mayoritas menerapkan perilaku caring sebanyak 40 (93%). Hasil uji SPSS stres kerja dengan perilaku caring perawat (fisher exact) p-value = 0,156 (p>α). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah tidak ada hubungan stres kerja dengan perilaku caring perawat di ruang rawat inap Mawar, Cempaka dan Antorium Rumah Sakit Elim Rantepao Tahun 2025. Diharapkan perawat mampu mengelola stres kerja dengan lebih baik agar dapat menerapkan perilaku caring secara optimal.