Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan usaha agroindustri keripik kaca “Mang Muss” yang berlokasi di Kampung Maniis, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. Usaha ini memproduksi keripik singkong dengan berbagai varian rasa yang dipasarkan di wilayah Jawa Barat, khususnya Tasikmalaya. Walaupun telah beroperasi selama sembilan tahun, aspek administratif dan perhitungan ekonomi belum dilakukan secara sistematis, sehingga diperlukan kajian untuk mengetahui biaya, penerimaan, pendapatan, dan kelayakan usahanya. Penelitian dilakukan dengan metode studi kasus yang dipilih secara purposive pada Keripik Kaca Mang Muss, produsen tunggal di wilayah tersebut. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari dua sumber, yaitu data primer yang diperoleh melalui observasi langsung dan wawancara dengan pemilik usaha, serta data sekunder yang dikumpulkan dari BPS, jurnal, laporan dari internet, dan lembaga terkait lainnya. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode deskriptif kuantitatif meliputi analisis biaya, penerimaan, pendapatan, dan kelayakan usaha melalui perhitungan Revenue Cost Ratio (R/C Ratio). Hasil penelitian menunjukkan biaya total usaha sebesar Rp 6.202.841,23, Penerimaan sebesar Rp 15.000.000,00 dan pendapatan Rp 8.797.159,00 menunjukkan nilai R/C Ratio sebesar 1,49, yang berarti setiap Rp 1 biaya yang dikeluarkan dapat menghasilkan Rp 1,49 dalam penerimaan, sehingga usaha dinyatakan menguntungkan dan layak dijalankan. Kesimpulannya, agroindustri keripik kaca “Mang Muss” memiliki prospek usaha yang baik, efisien dalam biaya, dan layak untuk dipertahankan serta dikembangkan di masa mendatang.pembelian. memengaruhi keputusan pembelian.