Aqila, Fani
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemaknaan Hijab Fisik Dan Batin Dalam Al-Qur’an: Studi Pemahaman Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Ashani, Sholahuddin; Alviani, Tantri Rizky; Shabri, M. Ariq Fadhil; Aqila, Fani
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1362

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemaknaan hijab fisik dan batin dalam Al-Qur’an sebagaimana dipahami oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU). Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode fenomenologi, studi ini menelusuri pengalaman personal, interpretasi keagamaan, dan konstruksi makna simbolik hijab berdasarkan latar belakang keilmuan dan sosial responden. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan kuesioner terhadap 63 mahasiswi dari berbagai fakultas di UINSU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa memahami hijab tidak hanya sebagai kewajiban berpakaian, tetapi juga sebagai ekspresi spiritualitas, kesalehan, dan identitas religius. Variasi pemahaman ini dipengaruhi oleh latar pendidikan, lingkungan, dan keterlibatan dalam kegiatan keagamaan. Responden dari pesantren cenderung memiliki pemahaman tekstual dan normatif, sementara mahasiswa dari sekolah umum dan madrasah menunjukkan kecenderungan tafsir kontekstual dan reflektif. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan tafsir holistik dalam pendidikan tinggi Islam yang mampu menjembatani antara ajaran normatif dan realitas sosial mahasiswa. Studi ini memberikan kontribusi terhadap diskursus keislaman kontemporer dengan memperkaya pemahaman terhadap hijab sebagai simbol multidimensional yang mencerminkan nilai-nilai spiritual, etika, dan budaya dalam kehidupan Muslim modern.
Sinergi Program Sejuta Catin dalam Edukasi Pencegahan Stunting: Studi Kasus Kolaborasi KUA dan Stakeholder di Kecamatan Medan Perjuangan Azmi, Muhammad; Nabila, Fadwa; Pransetia, Arya; Fadli, Muhammad; Sani, Putri; Aqila, Fani; Dermawan, Edo; Hasibuan, Abdillah; Arya, Muhammad; Prasetyo, Azhar
Jurnal Administrasi Pemerintahan Desa Vol. 7 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/villages.v7i1.410

Abstract

Stunting merupakan permasalahan nasional yang memerlukan penanganan preventif sejak fase pra-nikah melalui penguatan edukasi kesehatan, kesiapan gizi, dan ketahanan keluarga. Pendekatan hulu dinilai strategis karena faktor risiko stunting sering kali bermula dari kurangnya pemahaman calon orang tua terhadap kesehatan reproduksi, perencanaan keluarga, dan pemenuhan gizi sebelum kehamilan. KUA Kecamatan Medan Perjuangan sebagai garda terdepan pelayanan keagamaan di tingkat kecamatan memiliki posisi strategis dalam memberikan pembinaan kepada calon pengantin (catin) melalui bimbingan perkawinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sinergisitas antara KUA Kecamatan Medan Perjuangan dengan berbagai stakeholder yakni Pemerintah Kecamatan, Puskesmas, dan PPLKB dalam mengimplementasikan Program Sejuta Catin sebagai upaya preventif pencegahan stunting di wilayah urban. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus untuk memperoleh pemahaman yang mendalam dan kontekstual. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif selama kegiatan magang, wawancara mendalam dengan penghulu dan penyuluh agama, serta studi dokumentasi terhadap pelaksanaan bimbingan perkawinan dan kolaborasi lintas sektor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi lintas sektoral berjalan efektif melalui pembagian peran yang komprehensif dan saling melengkapi. KUA berperan dalam penguatan nilai religius dan ketahanan keluarga, Puskesmas melakukan pemeriksaan kesehatan fisik dan skrining gizi, sementara PPLKB memberikan edukasi kesehatan reproduksi, perencanaan keluarga, dan pola asuh. Integrasi layanan dalam satu forum edukasi mampu meningkatkan kesadaran, kesiapan, dan partisipasi aktif catin terhadap pentingnya persiapan kesehatan sebelum menikah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kolaborasi terintegrasi berbasis kecamatan merupakan model strategis, adaptif, dan berkelanjutan dalam memperkuat pencegahan stunting secara sistematis, khususnya di wilayah perkotaan dengan dinamika sosial yang kompleks.