Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN MEDIA KINCIR ANGKA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN KELOMPOK A DI TK AISYIYAH JAMBU KECAMATAN BAJO KABUPATEN LUWU Mardan, Shafira Adhara
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7644

Abstract

Latar belakang penelitian menunjukkan bahwa kemampuan kongnitif pada anak usia tersebut perlu dioptimalkan agar dapat menguasai konsep konsep dasar secara lebih efektif. Media kincir angka dipilih karena diangap menarik, interaktif, dan dapat menfasilitasi pembelajaran yang lebih menyenangkan, sehingga berpotensi meningkatkan partisipasi dan pemahaman anak. Penelitian ini berfokus pada pengembangan kemampuan kognitif anak usia dini, khususnya kelompok A TK Aisyiyah Jambu Kecamatan Bajo Kabupaten Luwu, dengan memanfaatkan media kincir angka sebagai sarana pembelajaran. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian terdiri atas 10 anak dari kelompok A. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menilai aspek kognitif anak, meliputi pengenalan angka dan simbolnya, kemampuan mengingat angka, mengelompokkan benda sesuai bilangan, memahami konsep ganjil-genap, serta menyusun urutan angka 1–10. Keberhasilan penelitian ditentukan berdasarkan peningkatan hasil belajar anak yang tercermin dari skor pencapaian pada setiap siklus. Temuan penelitian ini memperlihatkan adanya peningkatan kemampuan kognitif anak secara bertahap dari pra-siklus hingga siklus II. Pada pra-siklus, mayoritas anak (9 dari 10) masih berada pada kategori mulai berkembang (MB) dan hanya 1 anak yang mencapai kategori berkembang sesuai harapan (BSH), dengan persentase capaian 40%. Memasuki siklus I yang berlangsung dalam tiga kali pertemuan, penerapan media kincir angka mulai menunjukkan dampak positif, yakni 4 anak berada pada kategori MB, 5 anak mencapai BSH, dan 1 anak sudah masuk kategori berkembang sangat baik (BSB), sehingga persentase capaian meningkat menjadi 54%. Selanjutnya, pada siklus II yang juga berlangsung dalam tiga pertemuan, hasil yang diperoleh semakin signifikan, di mana 6 anak berada pada kategori BSH dan 4 anak telah mencapai BSB, dengan persentase capaian meningkat hingga 71%. Dengan demikian, penggunaan media kincir angka terbukti efektif dalam mendorong perkembangan kognitif anak, khususnya dalam kemampuan mengenal angka dan simbol bilangan.