Perkembangan teknologi digital telah mengubah paradigma pembelajaran Biologi dari sistem konvensional menuju pembelajaran hibrid yang menuntut kemampuan literasi digital tinggi dari siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh literasi digital terhadap kemandirian belajar dan pencapaian hasil belajar Biologi dalam konteks pembelajaran hibrid. Kajian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA 2020, menyeleksi artikel dari basis data Scopus, ERIC, dan Google Scholar yang terbit pada rentang tahun 2020–2025. Sebanyak 25 artikel memenuhi kriteria inklusi, meliputi topik literasi digital, kemandirian belajar, hasil belajar, serta pembelajaran Biologi berbasis hibrid. Hasil analisis menunjukkan bahwa literasi digital memiliki pengaruh positif signifikan terhadap kemandirian belajar, terutama dalam aspek self-regulated learning, pengelolaan waktu, dan kemampuan refleksi diri. Selain itu, literasi digital juga berkontribusi terhadap peningkatan hasil belajar Biologi, baik dari sisi pemahaman konsep, motivasi belajar, maupun keterampilan berpikir kritis. Sebagian besar penelitian menegaskan bahwa literasi digital berperan sebagai variabel mediasi yang memperkuat hubungan antara kemandirian belajar dan pencapaian akademik. Model pembelajaran hibrid dinilai paling efektif dalam mengoptimalkan kedua aspek tersebut. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peningkatan literasi digital menjadi prasyarat penting dalam menciptakan pembelajaran Biologi yang adaptif, mandiri, dan berorientasi pada capaian akademik yang lebih baik di era transformasi digital pendidikan.