Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Potensi Ekstrak Jahe Gajah (Zingiber Offcinale Rocs Var. Offcinarum) Sebagai Antikoagulan Alternatif Pemeriksaan Morfologi Eritrosit Prajawanti, Kadeq Novita; Ramadanti, Winalda
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 16 No 2 (2025): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Potekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmak.v16i2.1902

Abstract

Jahe gajah (Zingiber officinale Rosc. var. officinarum) merupakan tanaman yang banyak dibudidayakan di wilayah Asia tropis, terutama pada daerah dengan suhu hangat dan kelembapan tinggi. Senyawa gingerol pada jahe gajah memberikan rasa pedas khas serta memiliki aktivitas antiinflamasi, antioksidan, dan berpotensi sebagai antikoagulan melalui mekanisme penghambatan faktor pembekuan darah dan aktivasi antitrombin. Pencarian antikoagulan alternatif penting dilakukan karena penggunaan antikoagulan sintetik seperti EDTA dapat memengaruhi morfologi eritrosit, menimbulkan artefak, serta memerlukan ketersediaan bahan yang stabil di fasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak jahe gajah sebagai antikoagulan alternatif pada pemeriksaan morfologi eritrosit. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dan diperoleh ekstrak kental berwarna cokelat kehitaman sebanyak 4,2 gram. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode true experimental yang dilaksanakan pada Mei–Juli 2024 dengan beberapa kelompok perlakuan, yaitu kontrol positif (1 mL darah + 1 mg EDTA), kontrol negatif (1 mL darah), konsentrasi 1% (1 mL darah + 100 µL ekstrak jahe gajah), konsentrasi 3% (1 mL darah + 100 µL ekstrak jahe gajah), dan konsentrasi 5% (1 mL darah + 100 µL ekstrak jahe gajah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak jahe gajah belum dapat digunakan sebagai antikoagulan alternatif berdasarkan metode Lee and White. Namun, morfologi eritrosit yang diamati berdasarkan ukuran, bentuk, dan warna tetap berada dalam rentang normal. Penelitian selanjutnya diperlukan untuk mengevaluasi komponen aktif secara lebih spesifik, menguji rentang konsentrasi yang lebih luas, serta membandingkan efektivitasnya dengan antikoagulan lain guna mengoptimalkan potensi ekstrak jahe gajah sebagai antikoagulan alternatif.