Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Gizi dalam Mencegah Stunting dan Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Menuju Bonus Demografi di Indonesia Rahman, Sugirah
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 9 No. 2 (2025): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v9i2.pp178-193

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat berdampak langsung pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak, serta berpotensi menghambat pencapaian kualitas sumber daya manusia yang unggul di Indonesia. Kondisi ini disebabkan oleh kekurangan gizi kronis pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) meliputi masa kehamilan hingga usia dua tahun, yang mengarah pada gangguan pertumbuhan linear dan perkembangan otak yang tidak optimal. Stunting tidak hanya mempengaruhi tinggi badan, tetapi juga berimplikasi pada penurunan kemampuan kognitif, prestasi belajar, serta peningkatan risiko penyakit tidak menular di usia dewasa. Intervensi gizi yang tepat, seperti pemberian ASI eksklusif, makanan pendamping ASI (MP-ASI) bergizi, serta suplementasi zat besi, asam folat, dan mikronutrien lainnya, sangat penting dalam pencegahan stunting dan peningkatan kecerdasan anak. Penurunan prevalensi stunting yang signifikan membutuhkan pendekatan multisektoral yang melibatkan sektor kesehatan, pendidikan, keluarga, dan pemberdayaan masyarakat. Program yang mengintegrasikan stimulasi kognitif dengan asupan gizi yang adekuat terbukti efektif dalam meningkatkan perkembangan otak dan kemampuan kognitif anak. Kajian ini bertujuan untuk mengulas dan menelaah berbagai temuan ilmiah mengenai peran gizi dalam pencegahan stunting sekaligus kontribusinya dalam meningkatkan kecerdasan anak. Dengan memahami temuan yang ada diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan intervensi gizi yang tepat guna mengatasi masalah stunting dan mendukung kualitas sumber daya manusia sejak usia dini di Indonesia. Kata kunci: Stunting, Gizi, Anak,Kognitif, Kesehatan.
Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan Status Gizi pada Remaja Puteri: Sugirah Nour Rahman , Hezron Alhim Dos Santos, Hasra Ryska Rahman, Sugirah
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 9 No. 2 (2025): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v9i2.pp261-265

Abstract

Masalah gizi pada remaja puteri berdampak pada kesehatan jangka panjang. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) penting untuk mencapai status gizi optimal yang mendukung pertumbuhan fisik dan Kesehatan remaja puteri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara PHBS dan status gizi pada remaja puteri di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional melibatkan 86 remaja puteri yang dipilih secara purposive sampling dengan kriteria inklusi remaja putri berusia 12-15 tahun dan sudah mengalami menstruasi. Status gizi diukur menggunakan indikator Indeks Massa Tubuh (IMT) yang dikategorikan sebagai gizi kurang, gizi baik, gizi lebih, dan obesitas, sementara PHBS dikategorikan sebagai baik, cukup, dan kurang. Data dianalisis menggunakan uji univariat dan bivariat dengan menggunakan uji uji korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukan sebanyak 17% remaja puteri dengan status gizi baik menunjukkan perilaku hidup bersih dan sehat yang baik, sedangkan 21% remaja puteri dengan status gizi cukup menunjukkan perilaku hidup sehat yang cukup. Sementara itu, remaja puteri dengan perilaku hidup sehat kurang menunjukkan prevalensi yang lebih tinggi pada kategori gizi kurang 7% dan Obesitas 8%. Uji statistik diperoleh nilai p = 0,009 yang menunjukkan hubungan signifikan antara PHBS dan status gizi. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan PHBS untuk meningkatkan status gizi dan mencegah masalah gizi lebih pada remaja puteri. Kata kunci: Status_gizi, Remaja, PHBS, Kesehatan