Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

“REPRESENTASI SEKSUALITAS DAN RELASI KUASA DALAM FILM WAHYU (2024): ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES” Annisa Jasmine Asy-Syifa; Nikolas Muhammad Aulia; Putri Amalia Natasyach
Jurnal Ilmiah Publipreneur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Publipreneur
Publisher : Politeknik Negeri Media Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46961/jip.v13i2.1869

Abstract

Film adalah sarana komunikasi berbasis visual yang digunakan untuk menggambarkan realitas sosial serta menyampaikan pesan melalui susunan adegan, tokoh, dan simbol-simbol di dalamnya. Dalam perkembangannya, film di Indonesia semakin sering mengangkat isu sensitif seperti seksualitas dan relasi kekuasaan, termasuk di lingkungan religius yang biasanya dianggap tabu untuk dibahas. Film Wahyu (2024) menghadirkan narasi yang menampilkan bagaimana penyimpangan seksualitas dan relasi kuasa dapat terjadi di pesantren, sehingga penting untuk dikaji sebagai bentuk representasi sosial dalam media. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana seksualitas dan relasi kuasa direpresentasikan dalam film tersebut, serta untuk melihat bagaimana respons penonton terhadap penggambaran isu tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis adegan film dan teori semiotika Roland Barthes untuk menafsirkan makna melalui level denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Wahyu (2024) merepresentasikan penyimpangan seksualitas dan relasi kuasa melalui simbol-simbol visual yang menggambarkan ketidaksetaraan posisi antara pelaku dan korban. Selain itu, respons penonton terhadap film ini terbagi menjadi dua: sebagian mengapresiasi keberanian film dalam mengangkat isu tabu, namun sebagian lainnya menilai representasinya tidak sensitif dan berpotensi memperkuat stigma terhadap kelompok minoritas. Dengan demikian, film ini tidak hanya menyampaikan kritik sosial, tetapi juga memunculkan perdebatan mengenai etika representasi dalam media.