This article describes a best practice implemented by a Raudhatul Athfal (RA) madrasah supervisor in providing managerial mentoring to RA principals, particularly in strengthening data-driven program planning through the Continuous Learning Survey System (Sistem Survei Lingkungan Belajar/Sulingjar). The ability of RA principals to develop data-based planning is a critical factor in creating a well-organized, productive, and innovative madrasah working environment. This mentoring activity involved 25 RA-level madrasahs located across three sub-districts in East Jakarta under the author’s supervision. The study employed a mixed-methods survey design. Data were collected through document analysis, observations, in-depth interviews, and reflections on the mentoring outcomes. The data were analyzed using descriptive, qualitative, and quantitative techniques. The analysis results served as the basis for grouping the supervised madrasahs into four mentoring categories. Each group received managerial mentoring using the Coaching, Facilitating, and Consulting (CFC) approach, tailored to the level of readiness and commitment to change demonstrated by the RA principals. The findings indicate that 95.7% of RA principals gained a greater understanding of the importance of data-driven program planning. Follow-up mentoring focused on the preparation of the Commitment to Change (KOM), the Annual Work Plan (RKT), and the Madrasah Work and Budget Plan (RKAM). This best practice demonstrates that systematic, data-driven managerial mentoring strengthens RA principals' managerial competencies. Abstrak Artikel ini mendeskripsikan praktik baik (best practice) yang dilakukan oleh pengawas madrasah jenjang Raudhatul Athfal (RA) dalam melaksanakan pendampingan manajerial kepada kepala RA, khususnya dalam penguatan perencanaan program berbasis data melalui Sulingjar. Kemampuan kepala RA dalam menyusun perencanaan berbasis data merupakan faktor penting dalam mewujudkan lingkungan kerja madrasah yang tertata, produktif, dan inovatif. Kegiatan pendampingan ini melibatkan 25 madrasah jenjang RA yang tersebar di tiga kecamatan wilayah Jakarta Timur di bawah binaan penulis. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah mixed methods dengan desain survei. Data dikumpulkan melalui studi dokumen, observasi, wawancara mendalam, serta refleksi hasil pendampingan, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil analisis data menjadi dasar pengelompokan madrasah binaan ke dalam empat kelompok pendampingan. Setiap kelompok memperoleh pendampingan manajerial menggunakan pendekatan Coaching, Facilitating, dan Consulting (CFC) yang disesuaikan dengan tingkat kesiapan dan komitmen perubahan kepala RA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 95,7% kepala RA mengalami peningkatan pemahaman terhadap pentingnya perencanaan program berbasis data. Tindak lanjut pendampingan difokuskan pada penyusunan Komitmen Perubahan (KOM), Rencana Kerja Tahunan (RKT), dan Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah (RKAM). Praktik baik ini menunjukkan bahwa pendampingan manajerial yang sistematis dan berbasis data berkontribusi positif terhadap penguatan kompetensi manajerial kepala RA.