Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM MENUMBUHKAN BUDAYA BACA DI SEKOLAH Candra, Kenzha Jenar Maulana Raja; Hafidatus , Devi Zahroh; Aisyah; Maisyaroh, Siti
Jurnal Lentera Edukasi Vol. 3 No. 4 (2025): Edisi Desember
Publisher : Bakti Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70305/jle.v3i4.166

Abstract

Membangun budaya baca di sekolah sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan membentuk generasi yang literat. Akan tetapi, partisipasi masyarakat juga sangat penting dalam menumbuhkan budaya baca. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana masyarakat dan peran mereka dalam menumbuhkan budaya baca di sekolah, menganalisis faktor-faktor yang mendukung dan menghalangi keterlibatan masyarakat dalam gerakan literasi sekolah, dan mengidentifikasi bagaimana keterlibatan tersebut berdampak pada peningkatan minat baca siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk peran dan masyarakat termasuk penyediaan fasilitas literasi seperti pojok baca dan perpustakaan mini, donasi buku, kegiatan membaca bersama, pelatihan literasi untuk guru dan siswa, dan pembentukan komunitas literasi yang bekerja sama dengan sekolah. Faktor-faktor yang mendukung keterlibatan masyarakat termasuk kesadaran masyarakat akan pentingnya literasi, dukungan dari pemerintah daerah, program Gerakan Literasi Sekolah (GLS), dan kolaborasi sekolah dengan berbagai lembaga sosial atau komunitas baca. Di sisi lain, faktor-faktor yang menghalangi keterlibatan masyarakat termasuk kekurangan dana, kurangnya koordinasi antara sekolah dan masyarakat, dan kurangnya fasilitas literasi. Sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat sangat penting untuk menumbuhkan dan mempertahankan budaya baca di sekolah dasar dan menengah. Hal ini karena keterlibatan aktif masyarakat dapat meningkatkan minat dan motivasi siswa untuk membaca, memperkaya sumber bacaan di sekolah, dan menciptakan lingkungan sosial yang mendukung kegiatan literasi yang berkelanjutan.