Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bioetanol dari ampas tebu melalui lima tahapan utama : Persiapan bahan, pretreatment, hidrolisis, fermentasi dan Distilasi. Proses pretreatment dilakukan menggunakan metode microwave-assisted alkaline untuk menghilangkan lignin, sementara hidrolisis memanfaatkan asam sulfat dengan berbagai konsentrasi (0,5M, 0,6M, 0,7M) dan variasi waktu (30 Menit, 40 Menit, 50 Menit) untuk memecah selulosa menjadi glukosa. Selanjutnya, fermentasi menggunakan ragi dilakukan untuk menghasilkan bioetanol, yang kemudian dimurnikan melalui distilasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi asam sulfat dan waktu hidrolisis terhadap kadar glukosa dan bioetanol yang dihasilkan. Manfaat penelitian ini mencakup kontribusi pada ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang energi terbarukan, serta pemanfaatan limbah agroindustri sebagai sumber energi alternatif.