Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pemanfaatan Bagas sebagai Bahan Baku Pembuatan Bioetanol dengan Metode Pretreatment Alkali Daniar, Rima
ALKIMIA Vol 2 No 1 (2018): ALKIMIA
Publisher : SCIENCE AND TECHNOLOGY FACULTY OF UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN FATAH PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.119 KB) | DOI: 10.19109/alkimia.v2i1.2254

Abstract

Indonesia being an agricultural country produces a large amount of cellulosic biomass such as sugarcane bagasse. This provides a low-cost feedstock for fermentative production of a wide range of fuels, economic, renewable and environmentally friendly. With utilization of renewable energy resource a crisis of energy could be solved. Sugarcane bagasse contains lignocellulose which can be broken down into glucose and produce ethanol by fermentation process. This study describes the pretreatment of sugarcane bagasse with different method of alkaline pretreatment. Sugarcane bagasse was pretreated with heating process (80oC) and without heating process (25oC) and different concentration of Alkaline (NaOH). This study also descibes the influence of fermentation time to refractive index, volume of bioethanol and % Ethanol. The alkaline pretreatment method was able to effectively increase enzymatic disgetibility of sugarcane bagasse cellulose. Based on the best result, the best condition for pretreatment to produce highest cellulose (50,71 %) was pretreatment with heating process and using NaOH 3 N. The highest refractive index was 1,3391 from 5 days fermentation. The highest volume of bioethanol was 16 ml from 7 days fermentation. The highest % etanol was 56 based on standard plot analysis method and 47,708 based on GC analysis method.
Effect of catalysts on the conversion of polystyrene plastic waste into fuel with the Catalytic Cracking Method Daniar, Rima; Kholidah, Nurul
ALKIMIA Vol 4 No 1 (2020): ALKIMIA
Publisher : SCIENCE AND TECHNOLOGY FACULTY OF UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN FATAH PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.773 KB) | DOI: 10.19109/alkimia.v4i1.5469

Abstract

Polystyrene is useful product that widely used today. But when it becomes waste, Polystyrene can cause environmental problem such as air pollution, soil contamination, as well as economical resistence due to the increase of space and disposal costs. On the other hand Polystyrene can be converted into fuel. It is expected can be a solution of the problem. The aim of this research is to convert polystyrene plastic waste into useful fuel with catalytic cracking process. Zeolit and Al2O3 was used as catalyst in this research as musch as 8 % feed. Temperature set at 250 oC. At the optimum reaction condition (catalyst Al2O3 and the length of cracking time is 30 minutes) the liquid yield of catalytic cracking process was 29.40 %. Physical properties like density, spgr, oAPI gravity and calorific value of fuel samples is determined and compared to gasoline standard. The result showed that density, spgr, oAPI gravity and calorific value was close to the density, spgr, oAPI gravity and calorific value of gasoline standard.
Pengaruh Variasi Temperatur dan Waktu Proses Pirolisis Tatal Kayu Karet untuk Pembuatan Bio-Char, Bio-Oil dan Syngas sebagai Bahan Bakar Nurfaritsya, Siti Aninda; Rusnandi, Irawan; Daniar, Rima
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v7i3.10495

Abstract

Pemanfaatan kayu karet sebagai bahan bakar alternatif melalui proses pirolisis masih minim dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur perengkahan terhadap % rendemen produk yang dihasilkan, pengaruh waktu terhadap % rendemen produk yang dihasilkan, kondisi operasi yang optimal untuk menghasilkan kualitas rendemen yang sesuai standar, dan konsumsi energi pirolisis guna menghasilkan bio-oil. Pendekatan desain fungsional yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancang bangun peralatan pirolisis,. Pendekatan desain struktural yang digunakan adalah struktural prototipe pirolisis. Hasil penelitian menunjukkan pada bio-char mengalami penurunan seiring dengan meningkatnya temperatur dan penambahan waktu,rendemen tertinggi terjadi pada temperatur 190°C,waktu 30 menit sebesar 60,33% dan terendah pada suhu pirolisis 390°C,waktu 70 menit sebesar 27,67%.Sedangkan pada bio-oil mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya temperatur dan waktu tinggal. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa temperatur serta waktu mempengaruhi karakteristik produk yang dihasilkan. Pada bio-char semakin tinggi temperatur dan penambahan waktu semakin baik karakteristik yang dihasilkan. Hal ini dibuktikan dengan semakin meningkatnya nilai kalor pada bio-char yaitu dengan nilai kalor tertinggi terdapat pada temperatur 390°C, waktu 70 menit sebesar 5144,0605 cal/gr dan terendah temperatur pirolisis 190°C, waktu 30 menit sebesar 3660,5953 cal/gr. Sedangkan pada bio-oil peningkatan temperatur dan waktu membuat densitas dan viskositas semakin menurun dan begitu pun dengan nilai pH yang membuat bio-oil semakin asam karena komponen biomassa yang terdekomposisi secara optimal. Untuk produk gas peningkatan temperatur dan waktu membuat kadar CH4 semakin meningkat sehingga dapat meningkatkan lama waktu pembakaran, dimana rendemen tertinggi terjadi pada temperature pirolisis 390 °C, waktu 70 menit sebesar 35,14 % dan terendah pada temperatur pirolisis 190 °C, waktu 30 menit sebesar 18,98 %. Konsumsi energi yang dihasilkan menunjukkan bahwa kinerja alat pirolisis selama pengamatan berlangsung memiliki nilai yang paling optimal pada temperature 390 oC waktu 70 menit sebesar 2,2 kWh/L yang memiliki total konsumsi daya rendah dan menghasilkan produk yang paling banyak yaitu 345 mL bio-oil.
Analisis Efisiensi Termal Evaporator Vakum pada Proses Pemekatan Nira Tebu Hafidza, Annisa Ulmi; Meiliana, Mutia; Nugroho, M Febrian; Manggala, Agus; Daniar, Rima; Zurohaina, Zurohaina
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v7i3.12171

Abstract

Evaporator merupakan suatu alat yang berfungsi untuk menghasilkan larutan yang terkonsentrasi. Pada dunia industri gula tebu alat ini berfungsi untuk menghasilkan nira yang terkonsentrasi. Parameter yang digunakan untuk menunjukkan konsentrasi nira adalah nilai brix. Konsumsi energi terbesar di pabrik gula digunakan untuk pemanasan nira. Pada penelitian ini akan diuji pengaruh tekanan vakum dan waktu proses evaporasi terhadap peningkatan nira brix menggunakan vakum evaporator. Penelitian bertujuan untuk menganalisis perpindahan massa termal, distribusi energi dan efisiensi termal pada alat evaporator vakum dengan variasi tekanan dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi operasi berpengaruh terhadap efisiensi termal pada evaporator vakum. Kondisi operasi optimum pada alat ini terdapat pada tekanan -550 mmHg dan -570 mmHg pada menit ke 240 menghasilkan efisiensi sebesar 43,05% dan 43,1%.
Sosialisasi Pemanfaatan Sampah Organik Rumah Tangga Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Biobriket di KSM Maju Jaya Palembang Maulidda, Renny; Ami, Hidayati; Daniar, Rima; Fernandes, Yogi Eka
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI) Vol. 3 No. 2 (2023): Agustus: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpkmi.v3i2.1901

Abstract

Sampah yang menumpuk menjadi masalah utama lingkungan akibat dari semakin meningkatnya aktivitas masyarakat. Jika tidak ditangani, tumpukan sampah tersebut akan mencemari lingkungan baik tanah, air maupun udara. Dalam hal ini, masyarakat berperan penting dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Jika masyarakat sudah mengetahui manfaatnya, maka akan lebih mudah untuk mengelola sampah dalam lingkup yang lebih besar. Beberapa cara yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi tumpukan tersebut adalah dengan memilah sampah berdasarkan jenisnya dan mendaur ulang sampah rumah tangga. Salah satu jenis sampah yang dihasilkan dari sampah rumah tangga adalah sampah organik, yang dapat dimanfaatkan untuk bahan dasar biobriket. Mengingat bahwa ketersediaan energi konvensional yang cenderung mengalami penurunan, maka inovasi dan perluasan sumber energi alternatif dilakukan untuk mempertahankan kebutuhan energi yang dibutuhkan secara terus menerus. Kegiatan sosialisasi pemanfaatan sampah organik sebagai bahan dasar pembuatan biobriket telah berjalan efektif dengan antusiasme yang sangat tinggi dari para peserta. Kedepannya, kegiatan ini akan dilanjutkan dalam upaya untuk memberikan pengetahuan tentang pengelolaan, pembuatan, pemanfaatan dan penggunaan energi alternatif berupa biobriket yang berbahan dasar sampah organik rumah tangga untuk mendukung aktivitas masyarakat baik industri maupun rumah tangga.
Analisis Pengaruh Variasi Kecepatan Putar dan Waktu Pengeringan Jagung Terhadap Effisiensi Thermal Alat Rotary Dryer Rapindo, Gepin; Izzuddin, Muhammad; Manggala, Agus; Yunanto, Isnandar; Daniar, Rima
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i2.18001

Abstract

Technological developments are increasingly showing very significant developments in order to simplify a process, one of which is drying using tools such as rotary dryers. The drying process is very important in reducing the moisture content in a material that functions to improve quality or extend shelf life. In this study, the effect of rotation speed and drying time on thermal efficiency will be tested. The results of the study show the influence of rotation speed and moisture content time. the lowest moisture content is at RPM 3 and the time of 120 minutes is 13.07% which has reached the SNI standard of 14%. Time also affects the drying rate, which can be seen at RPMs 1, 2 and 3 there is a decrease in drying rate of .614 kg/h m² to 0.547 kg/h m² at 120 minutes. The efficiency of the thermal rotary dryer is also affected by the rotation speed seen at RPM 3 and 20 minutes time of 69.39% while at RPM 1 and 20 minutes time of 60.92%.
Efisiensi Termal Water Tube Boiler Ditinjau Dari Rasio Udara Bahan Bakar Solar Dan Water Level Control Pada Produksi Superheated Steam Caya, Nadinda Ferdana; Daniar, Rima; Tahdid, Tahdid
Jurnal Penelitian Sains Vol 26, No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v26i3.1066

Abstract

Boiler dirancang untuk mendapatkan satu sistem produksi steam yang optimal dengan melibatkan sistem konfirugasi boiler yang terintegrasi langsung secara optimal sehingga bisa mendapatkan berbagai efisiensi termal pada sistem pembangkit uap. Sistem pembangkit uap yang dirancang menggunakan Cross Section Double Drum Water Tube Boiler yang bertujuan untuk memberikan sistem perpindahan panas didalam ruang bakar berjalan dengan baik demikian juga sistem perpindahan massa yang kompetible dari perpindahan massa molekul air ke fase uap. Dan hal yang tidak kalah penting pada sistem Cross Section Double Drum Water Tube Boiler dirancang untuk memberikan sistem hidrodinamika yang optimal guna memberikan waktu yang lebih lama bagi setiap molekul fluida air bergerak dari daerah influen sampai ke zona efluen. Untuk menelaah kerja Water Tube Boiler terhadap kemampuannya dalam memproduksi steam dipakai variabel proses penelitian berupa rasio udara bahan bakar 16,18,20,22,24 dan level ketinggian 20,30,40,50,60% yang didapatkan nilai optimal pada rasio udara bahan bakar 22 di level ketinggian 50% yang menghasilkan efisiensi termal sebesar 72,14%. Ini terjadi karena jumlah udara yang tepat untuk membakar bahan bakar, yang menghasilkan panas yang efisien dan efektivitas pembakaran yang tinggi.
Pengembangan Katalis Cu/TiO₂ Berbasis Sol-Gel untuk Reduksi CO₂ menjadi Senyawa C1+ Lirantika, Lirantika; Trisnaliani, Lety; Daniar, Rima
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.31501

Abstract

Minyak bumi dan batubara adalah salah satu bahan bakar yang banyak digunakan sebagai energi primer . Pada penelitian ini gas CO₂ di konversi menjadi produk hidrokarbon dengan menggunakan fotokatalis. Fotokatalis yang digunakan adalah TiO₂: Cu dengan perbandingan 3:10% menggunakan metode sol-gel. Fotokatalis dikarakterisasi FTIR,dan XRD. Hasil karakterisasi menunjukan telah berhasil dilakukan sintesis TiO₂:Cu. Dari analisis XRD muncul nilai 2θ pada 25,45° dan 75° dengan struktur kristal tetragonal. Hasil analisis FTIR menunjukan terjadinya perubahan serapan spesifik dari TiO₂ yang menandakan terjadinya perubahan struktur dari TiO₂ pada bilangan gelombang dibawah 800 cm⁻¹.
THE ENHANCEMENT OF TEMPERATURE IN BOILER BY STEAM INJECTION Septiana, Iriani Reka; Daniar, Rima; Puspa, Dilia; Kholidah , Nurul
AUSTENIT Vol. 15 No. 2 (2023): AUSTENIT: October 2023
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53893/austenit.v15i2.7043

Abstract

The boiler is equipment widely used in various industrial sectors such as power plants, fertilizer plants, paper mills, and others. The combustion chamber is an important part of the boiler which can determine the quality of the steam product. The main problem has happened in combustion chambers such as unburned hydrocarbon/carbon loss which is called fouling. Fouling has occurred in many boilers, which use coal or oil as fuel for the production of steam and decreases boiler performance. The purpose of this research is to increase temperature by adding steam injection to reduce fouling to compare with and without steam injection. Two indicators that have the potential to enhance heat transfer are the elevation in temperature and the reduction in fouling percentage. The variables in this research were air flow of 15 L/min, 17,5 L/min, and 20 L/min and steam injection pressure of 2 bars, 3 bars, and 4 bars. The maximum temperature enhancement was 37,5% in 15 L/min of air flow at a steam injection pressure of 2 bars and 3 bars. The maximum fouling abatement was 78,57% in 15 L/min at a steam injection pressure of 4 bars.
Studi Optimasi Kinerja Sistem Pengeringan Berbasis Panel Surya Ditinjau dari Laju Pengeringan dan Efisiensi Termal Wijaya, Agung; Prasetyatama, Bintang Tegar; Anugrah, Muhammad Rizki; Saputra, Diego; Daniar, Rima; Kholidah, Nurul; Effendy, Sahrul; Febriana, Ida; Manggala, Agus
Jurnal Penelitian Sains Vol 27, No 3 (2025)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v27i3.1249

Abstract

Energi surya merupakan sumber daya terbarukan yang memiliki banyak potensi untuk digunakan. Dalam pemanfaatannya, energi surya dapat dikonversi menjadi energi listrik melalui panel surya. Salah satu distribusi energi listrik dari panel surya adalah penggunaan oven tenaga surya. Oven tenaga surya adalah alternatif yang efisien karena dapat mengatur stabilisasi suhu pengeringan, mengurangi resiko kontaminasi dari lingkungan dan ramah lingkungan karena mengurangi konsumsi energi dari sumber konvensional. Peralatan utama yang digunakan terdiri dari serangkaian alat pembangkit listrik tenaga surya dengan panel Monocrytaline dan Polycrytaline. Penelitian dimulai dengan mempersiapkan panel listrik dengan dijemur dibawah terik matahari untuk pengisian energi pada aki panel. Aki panel yang telah terisi penuh digunakan penyimpan energi selama proses pengeringan. Bahan akan dikeringkan pada variasi suhu 40oC, 50oC dan 60oC. Pada suhu 40°C, efisiensi termal tercatat sebesar 65,94%, dan meningkat menjadi 68,10% pada suhu 50°C, lalu mencapai 68,84% pada suhu 60°C.