This Author published in this journals
All Journal Visionist
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Keunggulan Quality Oriented Human Resources Practices (QRHP) dan Ambidextrous Culture pada UPTD Balai Benih Induk Tanaman dan Alsintan Provinsi Lampung Febriyanti, Dedemas; Barusman, Andala Rama Putra
VISIONIST Vol 14, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jmv.v14i2.4693

Abstract

UPTD Balai Benih Induk Tanaman Pangan dan Alat Mesin Pertanian (UPTD BBI TPA) Provinsi Lampung memiliki tugas pokok utama yaitu melaksanakan penyiapan benih sumber dan benih bermutu tanaman pangan, serta pembangunan prototype alat mesin pertanian. Penggabungan Quality-oriented Human Resource Practices (QHRP) dan Ambidextrous Culture (AC), UPTD BBI TPA dapat menciptakan lingkungan yang mendukung manajemen risiko, meningkatkan keterlibatan karyawan, dan mengembangkan kapabilitas dinamis. Penelitian ini, bertujuan menganalisis strategi yang efektif untuk mengatasi tantangan dalam memadukan QHRP dan AC di UPTD BBI TPA Provinsi Lampung serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengimplementasiannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendalami keunggulan QRHP dan AC. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik wawancara, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada 4 narasumber yang bekerja di UPTD BBI TPA. Teknik analisis data dalam penelitian ini mencakup prosedur reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi efektif untuk mengatasi tantangan dalam memadukan QHRP dan Budaya Ambidextrous di dalam UPTD BBI TPA mencakup pengembangan kebijakan dan prosedur yang mendukung praktek manajemen sumber daya manusia (SDM) yang berorientasi pada kualitas, serta promosi budaya ambidextrous yang mendorong inovasi dan adaptasi. Hal ini dapat dilakukan melalui pelatihan dan pengembangan karyawan, pemberian insentif, serta penciptaan lingkungan kerja yang mendukung kreativitas, efektivitas dan efisiensi kinerja. Faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi QHRP dan Budaya Ambidextrous termasuk dukungan kepemimpinan yang kuat, ketersediaan sumber daya yang memadai, dan budaya organisasi yang mendukung perubahan ke arah lingkungan kerja yang lebih sehat. Selain itu, pengakuan terhadap keberagaman individu dalam organisasi dan komunikasi yang terbuka juga merupakan faktor penting dalam memastikan keberhasilan strategi ini. Implikasi dari penelitian ini adalah penekanan pada perlunya perbaikan dalam manajemen SDM, termasuk strategi rekrutmen yang lebih selektif, pelatihan yang terarah, dan peningkatan pemantauan kinerja pegawai.