Berdasarkan observasi saat keberlangsungan mata pelajaran PJOK, diketahui bahwa 30-40% siswa berpandangan bahwa siswa yang terlihat berbadan besar atau berotot, cenderung dominan saat kegiatan pelajaran PJOK berlangsung. Penelitian ini bertujuan mengetahui profil kebugaran jasmani pada siswa bertipe tubuh mesomorphy. Jenis penelitian yang digunakan pada kajian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini melibatkan 29 sampel yang dipilih melalui metode purposive sampling, dengan kriteria iklusi dan eksklusi berturut-turut adalah siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Mardi Rahayu Ungaran yang sehat bertipe tubuh mesomorphy yang bersedia berpartisipasi, namun akan digugurkan jika tidak hadir atau gagal menyelesaikan seluruh rangkaian tes dan pengukuran. Instrumen penelitian ini mencakup Tes Kebugaran Siswa Indonesia (TKSI) Fase D dan pengukuran somatotype melalui somatochart rating form dari Heath-Carter. Penelitian ini menggunakan uji statistik deskriptif untuk uji analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kebugaran siswa mesomorphy SMP Mardi Rahayu Ungaran didominasi kategori Kurang (62,02%), diikuti kategori Baik (17,24%), Cukup (17,24%), dan Kurang Sekali (3,5%), dengan rata-rata VO2Max pada level Cukup (26,13±6,06 mL/kg/menit). Penelitian ini mengimplikasikan bahwa individu bertipe tubuh mesomorphy tidak menjamin tingkat kebugaran jasmani yang tinggi pada siswa jika tidak didukung oleh budaya aktivitas fisik yang konsisten, mengingat mayoritas subjek dalam studi ini justru memiliki tingkat kebugaran yang berada pada kategori kurang.