Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) DALAM PEMBELAJARAN PAI DI SMPN 2 RAWALO BANYUMAS Fitrianingrum, Dwiyana
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 5 No 2 (2025): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/miji.v5i2.465

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran sentral dalam pembentukan karakter dan moralitas peserta didik di era teknologi informasi. Namun, realita di lapangan menunjukkan rendahnya partisipasi siswa yang cenderung pasif akibat penggunaan metode ceramah yang dominan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) sebagai upaya menciptakan pembelajaran yang aktif, inovatif, dan berpusat pada siswa di SMPN 2 Rawalo, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru PAI dan peserta didik, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan secara naratif untuk menggambarkan langkah-langkah implementasi model NHT pada materi Beriman kepada Nabi dan Rasul di kelas VIII A. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model NHT di SMPN 2 Rawalo dilaksanakan melalui tiga tahap utama. Pertama, tahap penomoran, di mana guru membagi siswa ke dalam kelompok kecil beranggotakan 5–6 orang dan memberikan nomor identitas kepada setiap anggota. Kedua, tahap diskusi (berpikir bersama), siswa bekerja sama menyelesaikan persoalan dalam Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) melalui mekanisme tutor sebaya selama 45 menit. Ketiga, tahap menjawab, di mana guru memanggil nomor secara acak untuk mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas. Temuan penelitian mengonfirmasi bahwa model NHT mampu meningkatkan kepercayaan diri, tanggung jawab individu, dan keterlibatan aktif siswa dalam memahami materi secara kontekstual. Meskipun guru menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu persiapan, ketimpangan partisipasi beberapa siswa, dan pengkondisian kelas yang ramai, model ini terbukti menjadi inovasi efektif dalam mendukung tuntutan Kurikulum Merdeka guna mencapai tujuan pembelajaran PAI yang lebih mendalam dan bermakna.