Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN PENDEKATAN TARTIL DALAM PEMBELAJARAN HAFALAN JUZ AMMA (STUDI PERBANDINGAN DI TPQ DARUL ULUM DAN TPQ QOTHRUL GHOIS KECAMATAN KALIBAGOR KABUPATEN BANYUMAS) Agustina, Ayuhani; Khoirul Aziz, Donny
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 5 No 2 (2025): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/miji.v5i2.478

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Penerapan metode tartil dalam pembelajaran menghafal Juz ‘Amma (Studi Komparatif Di TPQ Darul Ulum Desa Pekaja Dan TPQ Qothrul Ghois Desa Karangdadap Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas). Program menghafal Juz ‘Amma yang diterapkan di TPQ Darul UlSkripsium Desa Pekaja dan TPQ Qothrul Ghois Desa Karangdadap diharapkan dapat menjadi pengaruh yang baik khususnya dalam menghafal ayat Al-Qur’an dan pelafalan ilmu tajwid yang benar. Dalam penelitian ini, metodologi dan penelitian kualitatif digunakan. Informasi dikumpulkan melalui analisis dokumen, wawancara mendalam, dan observasi yang cermat. Hasil penelitian menunjukan bahwa Dengan adanya penerapan metode tartil dalam pembelajaran menghafal juz ‘amma di TPQ Darul Ulum Pekaja dan TPQ Qothrul Ghois Karangdadap bertujuan agar para santrinya dapat membaca serta menghafal Juz ‘Amma maupun Al-Qur’an dengan baik sesuai dengan tempat keluarnya huruf. Penerapan metode tartil dalam pembelajaran menghafal Juz ‘Amma di TPQ Darul Ulum Pekaja dan TPQ Qothrul Ghois Karangdadap terbagi atas tiga kegiatan yaitu kegiatan awal/pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Keberhasilan santri dalam menghafal Juz Amma di TPQ Darul Ulum Desa Pekaja dan TPQ Qothrul Ghois Desa Karangdadap dipengaruhi oleh kolaborasi berbagai faktor internal maupun eksternal yang spesifik di masing-masing lembaga. Upaya mengatasi tantangan dan hambatan dalam menghafal Juz Amma di TPQ Darul Ulum Desa Pekaja dan TPQ Qothrul Ghois Desa Karangdadap dilakukan melalui pendekatan kolaboratif antara guru, santri, dan orang tua.