Pendahuluan: Human Immunodeficiency Virus (HIV) masih menjadi masalah kesehatan global dengan beban penyakit tinggi, termasuk di Indonesia. Manifestasi klinis HIV bervariasi dari gejala ringan hingga berat dan menjadi indikator penting untuk menentukan stadium penyakit serta efektivitas terapi antiretroviral. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan jenis, frekuensi, dan distribusi gejala klinis pada pasien HIV di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung periode Januari–Desember 2024. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional). Data diperoleh dari rekam medis seluruh pasien HIV rawat jalan dan rawat inap selama tahun 2024 dengan teknik total sampling. Analisis dilakukan secara deskriptif untuk menampilkan karakteristik pasien serta distribusi jumlah dan jenis gejala klinis yang dialami, disajikan dalam bentuk tabel dan persentase. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien HIV di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek mengalami satu hingga empat gejala klinis, dan sebagian kecil tidak menunjukkan gejala. Gejala yang paling sering ditemukan adalah tuberkulosis paru, diikuti oleh tuberkulosis ekstraparu, pneumonia, toksoplasmosis sistem saraf pusat, dan dermatitis seboroik. Pembahasan: Hasil ini menunjukkan bahwa infeksi oportunistik seperti tuberkulosis dan toksoplasmosis masih menjadi manifestasi utama pada pasien HIV, sejalan dengan berbagai penelitian sebelumnya di negara berkembang. Simpulan: Penelitian ini menggambarkan gejala klinis yang dialami oleh pasien HIV di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Abdul Moeloek, Bandar Lampung, selama periode Januari–Desember 2024, mencakup pasien rawat jalan maupun rawat inap. Penelitian ini juga menyoroti variasi jumlah gejala klinis yang dialami, yaitu antara satu hingga empat gejala. Keterbatasan penelitian ini terletak pada desainnya yang bersifat deskriptif serta penggunaan data rekam medis sekunder, sehingga tidak dapat menilai hubungan antara gejala klinis, status imunologis, dan kepatuhan terhadap terapi antiretroviral.