Disrupsi digital telah membawa perubahan signifikan terhadap dinamika dunia kerja dan menuntut transformasi dalam pengelolaan sumber daya manusia. Perkembangan teknologi tidak hanya memengaruhi struktur pekerjaan, tetapi juga membentuk ulang ekspektasi individu terhadap pengembangan karier dan keberlangsungan kerja. Kondisi ini mendorong organisasi untuk mengadopsi pendekatan pengelolaan SDM yang berorientasi jangka panjang melalui penerapan sustainable human resource management guna menjaga keberlanjutan talenta sekaligus memperkuat ketahanan karier tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mensintesis perkembangan konsep talent sustainability dan career resilience dalam konteks sustainable HRM pada era disrupsi digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan literature review terhadap artikel ilmiah nasional dan internasional yang relevan, yang diperoleh dari basis data bereputasi dan dianalisis secara tematik naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan sustainable HRM yang terintegrasi dengan digitalisasi, praktik ramah lingkungan, serta dukungan terhadap kesejahteraan dan pengembangan kompetensi berkontribusi positif terhadap keterlibatan, loyalitas, dan stabilitas tenaga kerja. Selain itu, career resilience muncul sebagai faktor penting yang memungkinkan individu beradaptasi dan berkembang di tengah perubahan lingkungan kerja. Studi ini menegaskan pentingnya pendekatan pengelolaan SDM yang holistik dan berkelanjutan sebagai strategi untuk memperkuat daya saing organisasi serta memastikan keberlangsungan karier individu di era digital