Silalahi, Lastika br
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pernikahan Dibawah Umur Didesa Sungai Meranti Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis Silalahi, Lastika br; Widodo, Teguh
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 12.B (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan merupakan suatu upacara pengikatan janji pernikahan yang dirayakan atau dilaksanakan oleh dua insan dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan menurut norma agama, norma hukum, dan norma sosial dan pengertian Pernikahan Dini adalah pernikahan yang dilaksanakan oleh sepasang suami istri yang masih di bawah umur dan biasanya berusia di bawah 17 tahun. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Metode kualitatif ini diperoleh dari hasil produksi data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang yang perilakunya dapat diamati. Penelitian Kualitatif Deskriptif dijabarkan dengan kata-kata menurut responden, sebagaimana adanya sesuai dengan pertanyaan penulis kemudian dianalisis dengan kata-kata apa saja yang mendasari responden yang berfikir, merasakan, bertindak kemudian direduksi triangulasi kemudian disimpulkan sehingga diberi makna oleh peneliti. Dampak Ekonomi dari adanya pernikahan di bawah umur di Desa Sungai Meranti dapat dilihat dari dampak ekonomi yang luas yang mempengaruhi individu, keluarga, dan masyarakat. Informan yang terlibat dalam wawancara penelitian ini masih bergantung pada orang tua atau keluarga besarnya, walaupun mereka telah memiliki keluarga sendiri tetapi mereka tetap menghidupi keluarga mereka dengan bantuan orang tua mereka, dikarenakan keterbatasan ekonomi mereka karena informan bekerja di lahan orang lain. Dampak ekonomi dari perkawinan di bawah umur dengan melihat atau menilai dari pekerjaan mereka, pendapatan mereka, dan pengeluaran mereka untuk perkawinan di bawah umur di Desa Sungai Meranti itu sendiri, rendahnya tingkat pendidikan mereka akibat perkawinan di bawah umur yang mereka lakukan membuat mereka kurang mampu untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih layak karena minimnya pengalaman sehingga mereka harus merantau mencari pekerjaan yang menerima usia mereka yang masih muda yaitu sebagai buruh pemanen perkebunan kelapa sawit di Desa Sungai Meranti. Pola asuh dalam perkawinan di bawah umur dari wawancara yang dilakukan peneliti di Desa Sungai Meranti Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis dapat disimpulkan bahwa informan yang terlibat dalam wawancara memberikan pola asuh kepada anak-anaknya yaitu Demokratis.