Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Teknis Tenggelamnya Kapal Ferry Ro-Ro di Selat Bali Menggunakan Metode ECFA Dan FTA Kamilah, Fitri; Rudianto; Sakinah, Wazirotus
Jurnal Inovasi Teknologi Manufaktur, Energi dan Otomotif Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Inovasi Teknologi Manufaktur, Energi, dan Otomotif
Publisher : Politeknik Negeri Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57203/jinggo.v4i2.2026.%p

Abstract

Kecelakaan kapal menjadi salah satu permasalahan yang serius dalam sistem transportasi laut, terutama di Indonesia sebagai negara kepulauan yang mengandalkan jalur perairan untuk pergerakan barang dan penumpang. Salah satu kawasan dengan tingkat lalu lintas pelayaran yang padat adalah Selat Bali, yang setiap hari dilalui berbagai jenis kapal, termasuk kapal Ferry tipe Roll-on Roll-off (Ro-Ro). Tingginya intensitas pelayaran di jalur ini turut disertai dengan meningkatnya potensi kecelakaan, seperti yang terjadi pada KMP Rafelia II tahun 2016 dan KMP Yunicee tahun 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kronologi serta faktor penyebab utama kecelakaan kapal Ferry Ro-Ro di Selat Bali menggunakan pendekatan teknis dengan metode Events and Causal Factor Analysis (ECFA) dan Fault Tree Analysis (FTA), serta menyusun rekomendasi pencegahan berdasarkan hierarki pengendalian risiko. Metode ECFA digunakan untuk menelusuri urutan peristiwa dan mengidentifikasi kategori penyebab, dimana ditemukan bahwa faktor kesiapan operasional merupakan penyumbang tertinggi, khususnya dalam aspek prosedur, peralatan, dan kesalahan awak kapal. Selanjutnya, melalui analisis FTA, diperoleh 7 intermediate event dan 11 basic event yang mengarah pada peristiwa tenggelamnya kapal, seperti ketidaktepatan data muatan, modifikasi struktur kapal yang tidak sesuai standar, serta kurangnya penerapan pengawasan dan prosedur pengikatan. Berdasarkan hasil analisis, disusun rekomendasi melalui kombinasi pendekatan teknis berupa penguatan sistem desain dan pemantauan kapal, serta pendekatan administratif melalui pelatihan awak kapal, penerapan SOP secara konsisten, dan pengawasan muatan secara menyeluruh. Strategi ini diharapkan dapat memperkuat sistem keselamatan pelayaran dan mencegah terulangnya kecelakaan serupa di wilayah perairan padat seperti Selat Bali.