This Author published in this journals
All Journal Intizar
Nur Hidayat Muhammad
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Konsep Mawaddah dalam Al-Qur'an: Studi Tafsir Maudhu'i tentang Transformasi Makna dan Relevansinya dalam Konteks Sosial Kontemporer Nur Hidayat Muhammad
Intizar Vol 31 No 2 (2025): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v31i2.32420

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis makna konsep mawaddah dalam Al-Qur'an, transformasi penafsirannya, serta relevansinya sebagai paradigma etika sosial kontemporer. Metode utama yang digunakan adalah tafsir maudhu’i (tematik) yang dipadukan dengan analisis semantik-leksikal dan pendekatan historis-transformatif terhadap khazanah tafsir dan pemikiran Islam dari masa ke masa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mawaddah bukan sekadar sinonim cinta, melainkan konsep unik yang menekankan aspek aktif, timbal balik, dan perwujudan nyata dalam tindakan. Analisis terhadap tujuh ayat Al-Qur’an mengungkap spektrum maknanya yang luas, mencakup ikatan personal (suami-istri), solidaritas komunal, loyalitas politik, hingga parameter hubungan dengan non-Muslim. Kajian historis membuktikan dinamika pemaknaannya yang terus berkembang, dari basis kesukuan pra-Islam menuju basis akidah, lalu dikembangkan dalam diskursus fikih dan tasawuf klasik, wacana kebangsaan modern, hingga kajian ilmu humaniora kontemporer. Kesimpulan utama penelitian ini adalah bahwa mawaddah merupakan prinsip relasional Qur’ani yang dinamis dan multifaset. Kelenturannya sepanjang sejarah menunjukkan relevansi abadinya sebagai sumber nilai yang dapat menjawab tantangan kekinian, seperti krisis keluarga, polarisasi sosial, dan distorsi relasi digital. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya berkontribusi pada pengayaan metode tafsir tematik integratif, tetapi juga menawarkan kerangka etis berbasis teks suci untuk memperkuat kohesi sosial di tengah fragmentasi dunia modern.