Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Prevalensi Diabetes Melitus Tipe II pada Wanita: Analisis Rasionalitas Terapi di RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi Nesa Silvia; Saputra, Hary; Anjelin, Ririn; Raihana, Nadia
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 1 (2026): Nursing and Health Care Technology-January to June Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i1.231

Abstract

Diabetes Melitus Tipe II merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat, dan data menunjukkan bahwa perempuan seringkali memiliki risiko yang lebih tinggi. Rasionalitas terapi sangat penting dalam mencapai hasil klinis yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prevalensi DM Tipe II pada pasien wanita serta mengevaluasi rasionalitas terapi obat antidiabetes di Instalasi Rawat Inap RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif retrospektif dengan mengambil data rekam medis pasien DM Tipe II rawat inap di RSUD H. Abdul Manap selama periode Juli–Desember 2024. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik pasien (jenis kelamin, umur), serta data penggunaan obat antidiabetes yang kemudian dievaluasi berdasarkan kriteria rasionalitas (tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat dan tepat dosis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi DM Tipe II pada wanita lebih tinggi yaitu 70% dibandingkan pria sebanyak 30% di RSUD H. Abdul Manap selama periode studi. Evaluasi rasionalitas terapi obat antidiabetes secara umum menunjukkan tingkat yang baik, namun ditemukan beberapa ketidaksesuaian minor terkait obat atau regimen pada kasus tertentu. Wanita di RSUD H. Abdul Manap memiliki prevalensi DM Tipe II yang lebih tinggi dan banyak terjadi pada rentang umur 40 tahun ke atas. Meskipun rasionalitas terapi obat antidiabetes sudah cukup baik, peningkatan pemantauan dan edukasi berkelanjutan diperlukan untuk memastikan terapi yang optimal dan mengurangi risiko komplikasi pada pasien wanita dengan DM Tipe II.