Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rekonstruksi Konsep Wali Nikah Dalam Praktik Pernikahan Online di Kota Padang Perspektif Maqāṣid al-syarī‘ah Firdaus; Desminar; Habibulloh; Pipin Novrianti
Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam Vol. 15 No. 1 (2026): Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam
Publisher : Muhammadiyah University of Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/mqsd.v15i1.30229

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah merekonstruksi konsep wali nikah dalam praktik pernikahan digital berdasarkan kaidah maqāṣid al-syariah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, karena fenomena pernikahan daring belum banyak diteliti secara empiris dari masyarakat. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan lima narasumber, yaitu dosen Hukum Keluarga Islam, Kepala KUA Kota Padang, pasangan GR dan NR, serta wali nikah, sedangkan data sekunder berasal dari penelitian terdahulu yang relevan. Pengumpulan data dilakukan melalui purposive sampling, dan analisis dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman, meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan untuk menginterpretasikan data dengan konsep maqāṣid al-syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan virtual GR dan NR mampu memenuhi tujuan syariah secara menyeluruh. Pertama, hifz al-din, nilai agama tetap terjaga karena wali hadir melalui video call dan saksi lengkap. Kedua, hifz al-nasl, legitimasi nasab dan kepastian keluarga terjamin, Ketiga, hifz al-nafs, keselamatan dan kenyamanan peserta tercapai karena tidak ada risiko perjalanan jauh. Keempat, hifz al-aql, proses dilakukan secara rasional, pengawasan identitas dan saksi dijalankan dengan tertib. Kelima, hifz al-mal, hak finansial pasangan, termasuk mahar dan nafkah, tetap terlindungi melalui pencatatan resmi dan dokumentasi digital. Temuan ini menunjukkan bahwa pernikahan daring dapat dijadikan alternatif yang efektif, aman, dan sah secara syariah, terutama dalam situasi darurat atau keterbatasan mobilitas. Kata Kunci: Wali Nikah, Maqasid Syariah, Nikah Online.
Analisis Semantik Kata Nafaqah Dalam Surah An-Nisa Ayat 34 dan Relevansi  Terhadap Putusan Nafkah Pengadilan Agama Indonesia Pipin Novrianti
Journal of Social, Educational and Religious Studies Vol. 1 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Suria Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maintenance is a fundamental obligation in Islamic family law, serving to maintain the continuity and well-being of the household. The concept of maintenance has a strong normative basis in the Qur'an, particularly Surah An-Nisa', verse 34, which links the obligation to provide maintenance to the husband's leadership responsibilities (qiwāmah). This study aims to analyze the semantic meaning of the word "nafaqah" in Surah An-Nisa', verse 34, and examine its relevance to the determination of maintenance in Religious Court decisions in Indonesia. This study used a qualitative method with a library research approach and was descriptive-analytical in nature. Data were obtained from the Qur'an, classical and contemporary commentaries, Arabic semantic studies, laws and regulations, journals, scientific articles, and Religious Court decisions related to maintenance. The results indicate that semantically, nafaqah means the expenditure of assets that is obligatory, ongoing, and aimed at meeting the living needs of dependents. This meaning is not only linguistic, but also normative and social. The relevance of the semantic meaning of nafaqah is reflected in Indonesian positive law through the Marriage Law and the Compilation of Islamic Law, and is concretely implemented in the deliberations and rulings of Religious Courts, both in determining maintenance for wives and children, and post-divorce maintenance. Thus, the concept of nafaqah in Surah An-Nisa', verse 34, serves not only as a theological basis but also as an operational foundation in the Islamic family law system in Indonesia.