Pudjiati, Emiliana Sri
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KEPEMIMPINAN AUTENTIK DAN PENYESUAIAN PEKERJAAN:INFLUENSI KETERLIBATAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN PEMALANG Rizal, Syamshul; Pudjiati, Emiliana Sri
Innovation, Theory & Practice Management Journal Vol. 5 No. 1 (2026): January : Innovation, Theory & Practice Management Journal
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/jitpm.v5i1.3436

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan kinerja pegawai sektor publik yang sering terkendala birokrasi, budaya organisasi hierarkis, dan regulasi ketat. Kepemimpinan autentik dan penyesuaian pekerjaan dipandang sebagai faktor yang dapat   memengaruhi kinerja pegawai baik secara langsung maupun melalui keterlibatan kerja. Kepemimpinan autentik berperan dalam menciptakan iklim kerja yang terbuka dan penuh integritas, sedangkan penyesuaian pekerjaan memberi ruang bagi pegawai menyesuaikan pekerjaan dengan kekuatan dan preferensi pribadi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan survei terhadap 153 pegawai Dinas Perhubungan Kabupaten Pemalang. Instrumen berupa kuesioner berskala Likert yang diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menguji hubungan langsung maupun mediasi antar variabel berdasarkan teori JD-R, COR, dan Authentic Leadership. Hasil penelitian menunjukkan empat hipotesis diterima dan satu ditolak. Penyesuaian pekerjaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keterlibatan kerja dan kinerja pegawai, serta menjadi prediktor paling kuat bagi kinerja (β = 0,432). Kepemimpinan autentik berpengaruh positif terhadap keterlibatan kerja (β = 0,335), namun tidak signifikan terhadap kinerja (β = 0,120). Keterlibatan kerja terbukti memediasi sebagian hubungan penyesuaian pekerjaan dengan kinerja, tetapi tidak memediasi pengaruh kepemimpinan autentik. Model penelitian mampu menjelaskan 44,2% varians keterlibatan kerja dan 60,8% varians kinerja pegawai. Temuan ini menegaskan pentingnya faktor individual seperti penyesuaian pekerjaan dibandingkan faktor kepemimpinan top-down dalam meningkatkan kinerja pegawai di sektor publik. Implikasi praktis penelitian ini adalah perlunya organisasi pemerintah mengembangkan program penyesuaian pekerjaan, memperkuat keterlibatan kerja, serta membangun kepemimpinan autentik sebagai fondasi budaya kerja yang positif.