Lesteria Sagala
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Wacana Kritis Berita Di Surat Kabar Waspada Berdasarkan Teori Teun A Van Dijk Panggabean, Sarma Panggabean; Lesteria Sagala; Nopri Juniarta Sitohang; Edwin Samosir; Anggilina Sirait
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v8i1.8944

Abstract

Penelitian ini berjudul “Analisis Wacana Kritis dalam Surat Kabar Waspada Berdasarkan Teori Teun A. Van Dijk”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana struktur wacana, strategi linguistik, serta representasi dan ideologi terbentuk dalam teks berita tersebut. Data penelitian diperoleh dari berita” yang dimuat dalam surat kabar Waspada, kemudian dianalisis menggunakan model analisis wacana kritis Teun A. Van Dijk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur wacana berita meliputi: (1)  judul yang menonjolkan peristiwa kematian sebagai daya tarik utama (2) teras berita yang menegaskan unsur kejutan dan rasa empati (3) peristiwa utama yang disajikan secara kronologis dan faktual (4) latar belakang yang menggambarkan kondisi sosial dan ekonomi korban (5) konsekuensi yang menunjukkan dampak sosial dari peristiwa tersebut (6) reaksi verbal dari pihak berwenang yang memperkuat legitimasi informasi (7) komentar yang mengandung penilaian implisit terhadap situasi masyarakat desa. Dalam strategi linguistik, ditemukan bahwa (1) pilihan leksikal menonjolkan diksi tragedi dan kesedihan (2) struktur sintaksis cenderung menggunakan kalimat pasif untuk menekankan korban, bukan pelaku (3) metafora digunakan untuk membangun nuansa emosional (4) presuposisi dimunculkan untuk menegaskan asumsi tentang kondisi sosial pedesaan (5) kutipan serta atribusi menunjukkan keberpihakan media terhadap narasumber resmi. Sementara itu, aspek representasi dan ideologi dalam wacana berita terlihat melalui: (1) framing yang memusatkan perhatian pada korban sebagai simbol ketimpangan sosial (2) representasi petani sebagai kelompok rentan dalam struktur sosial (3) intertekstualitas yang mengaitkan peristiwa ini dengan kasus serupa di media lain (4) agenda setting yang memperkuat citra media sebagai penyampai realitas sosial yang kritis. Keseluruhan hasil analisis menunjukkan bahwa berita tersebut tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk konstruksi sosial dan ideologi melalui pilihan bahasa dan cara penyajian wacana.