Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbandingan Kinerja Keuangan Menggunakan Rasio Keuangan dan Metode Dupont Pada Perusahaan Sektor Teknologi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2022-2024. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan sektor teknologi dari situs resmi yang diterbitkan oleh Bursa Efek Indonesia. Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan sektor teknologi dan hanya mengambil 11 perusahaan. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan cara Purpose Sampiling. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif karena data yang diperoleh berupa angka. Analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu dengan menguumpulkan, mengolah dan menginterpretasikan data yang diperoleh dari Analisis Rasio Keuangan dan Metode Dupont sebagai indikator pengukuran kinerja keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja keuangan yang ditinjau dari Rasio Keuangan memperlihatkan kinerja yang kurang baik selama periode 2022-2024. Dilihat dari Rasio Likuditas yang diukur dengan Current Ratio dan Cash Ratio dinilai kurang baik sebab mengalami tren penurunan, serta Rasio Aktivitas yang diukur dengan Fix Asset Turnover menunjukan kinerja yang cukup baik berbeda dengan Receible Turnover yang mengalami tren penurunan sehingga dinilai kurang baik, dan juga dilihat dari Rasio Solvabilitas yang diukur dengan Debt To Equity Ratio dan Times Interest Earned juga dinilai kurang baik. Hal sama jika di tinjau dari Metode Dupont yang dilihat dari Rasio Return On Equity (ROE) menunjukan kinerja yang juga kurang baik. Yang juga terlihat pada Total Aset Turover, Net Profi Margin dan Equity Multiplier.