Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmiah Multidisiplin

Dampak Depresi Terhadap Kasus Bunuh Diri di Korea Selatan Pada Tahun 2021-2023 Thahany, Bilqis Salsabilla; Anora, Esti Theda; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Januari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i1.1447

Abstract

Penelitian ini membahas dampak depresi terhadap kasus kematian di Korea Selatan antara tahun 2021 hingga 2023. Tindakan bunuh diri menjadi salah sau penyebab utama di kalangan remaja, dengan tingkat kejadian yang tinggi di negara Korea Selatan, terutama di kalangan individu yang mengalami depresi. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan kajian kepustakaan, penelitian ini menganalisis fenomena depresi, penyebabnya, serta hubungannya dengan peningkatan kasus bunuh diri. Hasil menunjukan bahwa depresi berfungsi sebagai factor pemicu utama, sebanyak 90% kasus bunuh diri berkaitan dengan masalah gangguan mental. Tekanan sosial, bullying, dan stress ekonomi diakui sebagai kontributor signifikan terhadap depresi. Dengan demikian, depresi tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan angka bunuh diri, tetapi juga mencerminkan tantangan kesehatan mental yang lebih luas dalam masyarakat Korea Selatan. Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang kebutuhan akan intervensi yang lebih efektif untuk menangani masalah kesehatan mental dan mencegah bunuh diri.
Analisis Dampak Konflik India-Pakistan (Kashmir) Terhadap Stabilitas Keamanan Kawasan Asia Selatan Thahany, Bilqis Salsabilla; Anora, Esti Theda; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i2.1448

Abstract

Konflik India–Pakistan yang berakar pada sengketa wilayah Kashmir telah berlangsung sejak tahun 1947 dan menjadi salah satu konflik paling kompleks di kawasan Asia Selatan. Konflik ini tidak hanya memicu empat kali perang bersenjata, tetapi juga melahirkan krisis kemanusiaan yang ditandai dengan pelanggaran hak asasi manusia, kekerasan terhadap warga sipil, serta instabilitas politik yang berkelanjutan. Ketegangan semakin meningkat pasca pencabutan Pasal 370 oleh Pemerintah India pada tahun 2019, yang menghapus status otonomi khusus Jammu dan Kashmir. Dampak konflik tersebut melampaui batas teritorial kedua negara dan berimplikasi langsung terhadap stabilitas keamanan kawasan Asia Selatan, termasuk meningkatnya perlombaan senjata nuklir, modernisasi militer, serta eskalasi terorisme dan aktivitas kelompok militan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak konflik Kashmir terhadap arsitektur keamanan regional Asia Selatan serta mengkaji tantangan dalam upaya resolusi konflik yang telah dilakukan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan terhadap berbagai sumber sekunder, seperti artikel ilmiah, buku, laporan lembaga internasional, dan pemberitaan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegagalan resolusi konflik, baik melalui mekanisme bilateral, organisasi regional seperti SAARC, maupun intervensi Perserikatan Bangsa-Bangsa, disebabkan oleh sikap politik India dan Pakistan yang saling berseberangan dan tidak kompromistis. Konflik Kashmir hingga saat ini tetap menjadi faktor utama yang mengancam stabilitas keamanan kawasan Asia Selatan.