Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perencanaan Jaringan Distribusi Utama (JDU) di Kecamatan Subang, Cibogo dan Pagaden, Kabupaten Subang Nuraini, Amalia; Sururi, Mohamad Rangga
INFOMATEK Vol 27 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/infomatek.v27i2.32117

Abstract

Kabupaten Subang memiliki cakupan pelayanan air minum sebesar 54,6% dan tingkat kehilangan air mencapai 26,3%. Permasalahan seperti penurunan debit sumber air, ketidakseimbangan distribusi tekanan, dan persebaran sisa klor yang tidak merata mengindikasikan perlunya perencanaan ulang Jaringan Distribusi Utama (JDU). Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kebutuhan air hingga 20 tahun mendatang, merencanakan JDU di Kecamatan Subang, Cibogo, dan Pagaden, serta menentukan jalur distribusi terbaik melalui simulasi teknis dan pemodelan. Proyeksi penduduk dilakukan dengan metode least square berdasarkan kriteria statistik terbaik. Kebutuhan air dihitung untuk kondisi domestik dan non-domestik, memperhitungkan kehilangan air, faktor jam puncak, dan hari puncak. Wilayah perencanaan dibagi menjadi 3 blok dan 27 sub-blok berdasarkan batas administrasi desa. Tiga jalur alternatif jaringan distribusi dirancang mengikuti jalur jalan utama dan disimulasikan menggunakan software EPANET 2.0. Parameter evaluasi teknis meliputi tekanan, kecepatan aliran, headloss, dan panjang pipa. Pemilihan jalur dilakukan menggunakan metode Weighted Ranking Technique (WRT). Hasil simulasi menunjukkan bahwa jalur alternatif 3 memenuhi lebih banyak parameter teknis dibanding alternatif lainnya dan menjadi jalur terpilih dengan skor tertinggi (0,60). Kesimpulannya, perencanaan ini menghasilkan rancangan jaringan yang efisien dan sesuai kriteria teknis, serta mampu memenuhi kebutuhan air penduduk hingga tahun 2043 sebesar 610,798 liter/detik.
An Integrative Framework for Transforming Fiqh Learning in Pesantren: Turāth, Maqāṣid al-Sharīʿah, and Digital Pedagogy Abdullah, Rusdi; Sahari, Sahari; Rahman, Abdul; Nuraini, Amalia; Hajriana, Hajriana
Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Vol. 10 No. 2 (2026): Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam
Publisher : Islamic Family Law Department, Sharia and Law Faculty, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/z56q8d59

Abstract

This study examines the transformation of fiqh learning in Islamic boarding schools using a qualitative approach with a multi-site case study design in three Islamic boarding schools, namely Al-Falah Banjarbaru (South Kalimantan), Hidayatullah Balikpapan (East Kalimantan), and Al-Bayan Makassar (South Sulawesi). Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis with fiqh instructors, curriculum managers, and teachers in the three locations. The results of the study show five main findings, namely (1) the transformation of the learning paradigm from teacher-centered to student-centered has taken place with varying intensity in each Islamic boarding school; (2) the integration of turath and contemporary issues has become a shared awareness of teachers, but its implementation is still sporadic; (3) the digitalization of fiqh learning is still in its early stages; (4) the maqashidiorientation is implicitly embedded in the teachers' pedagogical vision; and (5) the bahtsul masāil model, legal case studies, and direct practice have the greatest potential as a bridge between tradition and innovation. This research formulates a learning transformation framework as an original conceptual model that integrates three pillars: turath as the epistemological basis, maqāṣid al-sharīʿah as a contextual analytical framework, and digital pedagogy as an adaptive learning strategy in a complementary and non-substitutive dialectical relationship. This framework offers a maqāṣid al-sharīʿah approach as an alternative to the traditionalism-modernism dichotomy in Islamic boarding school education and provides operational guidance for the development of a fiqh curriculum that is responsive to contemporary needs without sacrificing the authenticity of traditional knowledge.