Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Kinerja Operasional dan Strategi Pemeliharaan Instalasi Pengolahan Air Minum Berbasis Kepatuhan Regulasi (Studi Kasus: IPA X) Rezaldie, Wahyu Novian; Yustiani, Yonik Meilawati
INFOMATEK Vol 27 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/infomatek.v27i2.41585

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kehidupan manusia, sehingga penyediaannya harus memenuhi aspek kualitas, kuantitas, dan kontinuitas. Instalasi Pengolahan Air (IPA) X merupakan salah satu fasilitas penyedia air minum di daerah perkotaan di Pulau Jawa. Agar instalasi dapat beroperasi secara optimal, diperlukan sistem operasional dan pemeliharaan yang baik serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengevaluasi sistem operasional dan pemeliharaan IPA X serta menilai kesesuaiannya dengan Permen PUPR Nomor 4 Tahun 2020. Metode yang digunakan meliputi observasi langsung di lapangan, pengumpulan data primer melalui pengamatan kegiatan operasional dan pemeliharaan unit pengolahan, serta pengumpulan data sekunder berupa dokumen teknis, standar operasional prosedur (SOP), dan hasil pengujian kualitas air. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan kondisi eksisting terhadap standar dan regulasi yang berlaku. Hasil studi menunjukkan bahwa secara umum sistem operasional dan pemeliharaan IPA telah berjalan cukup baik dan mampu mendukung proses pengolahan air dari unit intake hingga reservoir. Namun demikian, masih ditemukan beberapa permasalahan teknis dan nonteknis, seperti penumpukan sampah pada intake, kondisi fisik unit yang mulai mengalami penurunan, serta keterbatasan pemeliharaan berkala. Selain itu, terdapat beberapa aspek yang belum sepenuhnya memenuhi ketentuan Permen PUPR Nomor 4 Tahun 2020. Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa operasional dan pemeliharaan IPA X telah berjalan cukup optimal, namun masih memerlukan peningkatan terutama pada pemeliharaan preventif dan kepatuhan terhadap regulasi guna menjamin keberlanjutan pelayanan air bersih.