Era Society 5.0 menempatkan teknologi sebagai sarana untuk mendorong kemajuan sosial yang berorientasi pada manusia, termasuk dalam upaya pemberdayaan kelompok rentan seperti perempuan kepala keluarga. Dalam konteks ini, ruang siber menjadi medium strategis yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas akses informasi, meningkatkan kapasitas, serta memperkuat kemandirian sosial dan ekonomi. Yayasan Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) berperan sebagai wadah kolektif yang berupaya mendorong kemandirian perempuan kepala keluarga melalui berbagai program pemberdayaan berbasis komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan ruang siber oleh Yayasan PEKKA, faktor-faktor yang memengaruhinya, serta tantangan yang dihadapi dalam penguatan kemandirian ekonomi dan sosial perempuan kepala keluarga di era Society 5.0. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menelaah pandangan, praktik pemanfaatan ruang siber, serta dinamika pelaksanaannya di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang siber memiliki potensi besar sebagai sarana transformasi sosial bagi perempuan kepala keluarga. Melalui pemanfaatan ruang digital, Yayasan PEKKA dapat mendorong peningkatan keterampilan, perluasan wawasan, serta penguatan jejaring sosial dan ekonomi. Namun demikian, pemanfaatan ruang siber tersebut belum berjalan secara optimal karena masih terdapat sejumlah kendala, baik dari sisi kapasitas sumber daya maupun akses dan literasi digital. Oleh karena itu, diperlukan penguatan strategi pemanfaatan ruang siber agar perannya dalam mendukung kemandirian sosial dan ekonomi perempuan kepala keluarga dapat berjalan lebih efektif