Riska Nurlaila Azahra
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Kegiatan Origami dalam Mengembangkan Kemampuan Motorik Halus Anak Kelompok B di PAUD Istiqomah Sribasuki, Lampung Timur Riska Nurlaila Azahra
Journal of Islamic Education and Learning Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Islamic Education and Learning
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syrari’ah Daru ‘Ulum (STSDU) Lampung Timur.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63761/jiel.v5i2.170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kegiatan melipat kertas (origami) dalam mengembangkan kemampuan motorik halus anak kelompok B di PAUD Istiqomah Sribasuki, Lampung Timur. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada temuan adanya peserta didik yang mengalami keterlambatan dalam menyelesaikan tugas di kelas, sehingga stimulasi perkembangan motorik halus belum optimal. Oleh karena itu, kegiatan melipat kertas (origami) diterapkan sebagai salah satu bentuk stimulasi yang diharapkan mampu meningkatkan keterampilan motorik halus anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif untuk menggambarkan proses pelaksanaan kegiatan serta hasil yang dicapai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kegiatan melipat kertas (origami) memberikan dampak positif terhadap perkembangan motorik halus anak. Kegiatan ini dinilai efektif, menyenangkan, serta memudahkan peserta didik dalam melatih koordinasi tangan dan jari. Proses implementasi dilakukan melalui tahapan persiapan bahan ajar atau Lembar Kerja Anak (LKA), penjelasan dan demonstrasi oleh pendidik, serta praktik langsung oleh peserta didik. Faktor pendukung dalam pengembangan motorik halus meliputi lingkungan belajar, stimulasi yang diberikan, dan tingkat kecerdasan anak, sedangkan faktor penghambat utamanya adalah lingkungan belajar yang kurang nyaman. Dengan demikian, kegiatan melipat kertas (origami) dapat dijadikan alternatif metode pembelajaran untuk mengembangkan motorik halus anak usia dini.