Ramadan, Rafdy Adrian Ilham
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dinar sebagai Alternatif Keuangan Syariah: antara Instrumen Investasi dan Alat Tukar dalam Regulasi Indonesia (Pendekatan Quantitative Analytic Network Process) Ramadan, Rafdy Adrian Ilham; Wulandari, Ries
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36439

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis posisi Dinar emas dalam sistem keuangan dan regulasi Indonesia serta menentukan strategi pemanfaatannya yang paling optimal sesuai prinsip syariah dan kerangka hukum nasional. Latar belakang penelitian ini adalah perdebatan antara nilai historis dan syariah Dinar sebagai mata uang dengan regulasi negara yang menetapkan Rupiah sebagai satu-satunya alat pembayaran sah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Analytic Network Process (ANP) untuk memodelkan keputusan yang kompleks dengan memperhitungkan keterkaitan antar faktor, meliputi aspek regulasi, ekonomi, syariah, dan sosial. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan kuesioner perbandingan berpasangan dari lima pakar yang mewakili perspektif akademik, regulasi, praktik pasar, ulama, dan ekonomi. Analisis ANP dilakukan melalui penyusunan jaringan keputusan, matriks perbandingan berpasangan, perhitungan bobot prioritas lokal, uji konsistensi, hingga pembentukan limit supermatrix untuk memperoleh bobot global. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor regulasi merupakan dominan dalam menentukan posisi Dinar di Indonesia dengan bobot prioritas tertinggi (45,5%), sedangkan aspek ekonomi dan syariah masing-masing sebesar 28,5% dan 16,0%. Strategi optimal adalah memposisikan Dinar sebagai instrumen investasi (store of value) dengan bobot prioritas 72,58%, dibandingkan sebagai alat tukar (27,42%). Temuan ini menegaskan bahwa pemanfaatan Dinar sebagai aset lindung nilai legal dan likuid merupakan solusi pragmatis yang selaras dengan prinsip syariah dan kedaulatan moneter Indonesia.