Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membantu UMKM Harapan dan UMKM Emak Kriuk dalam memahami pendapatan serta efisiensi operasional mereka melalui analisis ekonomi usaha.Desain/Metodologi/Pendekatan: Penelitian dilakukan secara kuantitatif di Desa Lokasi Baru, Kecamatan Air Periukan, Kabupaten Seluma, selama bulan September hingga November 2023. Data diperoleh melalui wawancara langsung dengan pemilik UMKM sertamelalui dokumen laporan keuangan dan buku kas. Efisiensi usaha diukur menggunakan rasio R/C dan B/C sebagai indikator kelayakan.Temuan: UMKM Harapan memiliki biaya produksi sebesar Rp2.608.095, penerimaan sebesar Rp3.600.000, dan pendapatan Rp991.905, dengan efisiensi R/C ratio sebesar 1,4, sementara B/C ratio menunjukkan ketidaklayakan usaha dengan nilai 0,4. Sebaliknya, UMKM Emak Kriuk memiliki biaya produksi Rp1.699.575, penerimaan Rp2.586.000, dan pendapatan Rp886.425. R/C ratio UMKM Emak Kriuk mencapai 1,5, namun B/C ratio tetap menunjukkan ketidaklayakan dengan nilai 0,5. Keterbatasan dan Implikasi Penelitian: Penelitian ini terbatas pada dua unit UMKM di satu desa, sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasi secara luas. Diperlukan studi lanjutan dengan cakupan wilayah dan sektor usaha yang lebih beragam.Implikasi Praktis: Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar dalam menyusun strategi dan kebijakan peningkatan efisiensi operasional UMKM, khususnya melalui perencanaan keuangan yang lebih terukur dan pemanfaatan sumber daya yang lebih optimal.Orisinalitas/Nilai: Penelitian ini memberikan kontribusi empiris terhadap pengukuran efisiensi dan kelayakan usaha mikro melalui pendekatan rasio ekonomi yang praktis, yang masih jarang diterapkan secara langsung pada UMKM pedesaan.