Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular kronis yang sering kali dikaitkan dengan faktor psikologis, terutama kecemasan. Kecemasan dapat mengaktifkan sistem saraf simpatis, sehingga berpotensi meningkatkan tekanan darah dan mengurangi kepatuhan pengobatan. Pendekatan non-farmakologis semakin diperlukan sebagai terapi adjuvan. Terapi dzikir, sebagai salah satu praktik spiritual dalam Islam yang dihipotesiskan mampu menciptakan respons relaksasi, mengurangi stres psikologis, dan mengalihkan fokus dari kekhawatiran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara empiris pengaruh intervensi terapi dzikir terhadap penurunan tingkat kecemasan pada pasien hipertensi. Tinjauan sistematis dilakukan melalui jurnal tentang Terapi dzikir pada pasien kecemasan dengan hipertensi. Tinjauan sistematis dimulai dengan mengidentifikasi secara berkala beberapa artikel ilmiah yang telah dipublikasikan sejak tahun 2019 hingga 2025 di basis data internasional Semantik Scolar dan Google Scolar. Seleksi dilakukan menggunakan diagram alir PRISMA dan dikritik menggunakan JBI Tools. Setelah itu, 10 artikel dianggap relevan untuk dilakukan analisis tinjauan Sitematics. Dalam tinjauan sistematis, menunjukkan bahwa terapi Intervensi terapi dzikir terbukti efektif secara signifikan dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien hipertensi. Temuan ini mendukung integrasi terapi dzikir sebagai modalitas intervensi keperawatan holistik dan psikospiritual yang komplementer dalam tatalaksana hipertensi, khususnya untuk mengelola komponen kecemasan yang dapat memperburuk kondisi hipertensi. Terapi Dzikir tidak hanya menargetkan aspek psikologis (kecemasan) tetapi juga memberikan dampak positif pada aspek spiritual, yang merupakan bagian penting dari kesejahteraan menyeluruh (well-being) pasien