Sugar Sweetened Beverages (SSBs) merupakan minuman yang mengandung zat pemanis alami tambahan. Konsumsi sugar sweetened beverages (SSBs) menjadi pola kebiasaan yang melekat pada kelompok remaja di zaman ini. Namun, kurangnya kontrol dan pemahaman mengenai batas konsumsi yang sehat bisa mengakibatkan berbagai gangguan kesehatan, salah satunya diabetes mellitus tipe 2. Diabetes mellitus tipe 2 merupakan gangguan metabolik kronik yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah dalam tubuh yang disebabkan oleh resistensi insulin dan biasanya dipicu oleh gaya hidup tidak sehat. SMKN 2 Sumedang menjadi salah satu sekolah yang memiliki kemudahan akses terhadap produk SSBs karena terletak di pusat kota. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola konsumsi sugar sweetened beverages (SSBs) dengan risiko kejadian diabetes mellitus tipe 2 pada siswa di SMKN 2 Sumedang. Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis korelasional terhadap 313 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki pola konsumsi SSBs yang rendah (62,3%) dan sisanya memiliki pola konsumsi SSBs yang tinggi (37,7%). Sebagian besar siswa memiliki risiko diabetes mellitus tipe 2 yang rendah (87,9%), sebagian kecil siswa memiliki risiko sedikit meningkat (10,9%) dan kurang dari sebagian kecil siswa memiliki risiko sedang (0,6%) dan risiko tinggi (0,6%). Terdapat hubungan yang signifikan antara pola konsumsi sugar sweetened beverages (SSBs) dengan risiko kejadian diabetes mellitus tipe 2 pada siswa di SMKN 2 Sumedang (p value <0,002).