Dinazad Maryam Tsabita
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENDEKATAN HERMENEUTIKA DALAM STUDI PENDIDIKAN ISLAM Mahfudh, Anwas; Dinazad Maryam Tsabita; Wulan Rifandina; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6775

Abstract

Pendekatan hermeneutika dalam studi pendidikan Islam merupakan respon metodologis terhadap kebutuhan pemahaman teks-teks keislaman yang relevan dengan dinamika sosial dan pendidikan kontemporer. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis posisi hermeneutika sebagai kerangka epistemologis dalam pendidikan Islam, mengkaji integrasinya dengan metodologi tafsir Al-Qur’an, serta menelaah implikasinya terhadap praktik pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), melalui telaah kritis terhadap literatur hermeneutika Barat, tradisi tafsir Islam, serta pemikiran cendekiawan Muslim dan sarjana Indonesia. Analisis data dilakukan dengan metode analisis isi dan deskriptif-interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hermeneutika dapat berfungsi sebagai pendekatan metodologis yang membantu proses pemaknaan teks keagamaan secara kontekstual, dialogis, dan reflektif dalam pendidikan Islam, selama ditempatkan secara proporsional dan tidak menggantikan metodologi tafsir klasik. Integrasi hermeneutika dengan pendidikan Islam berkontribusi pada pengembangan kurikulum dan metode pembelajaran yang lebih kritis serta berorientasi pada internalisasi nilai-nilai keislaman. Namun demikian, penerapan hermeneutika juga menuntut kehati-hatian epistemologis agar tidak terjebak pada relativisme makna dan penetrasi paradigma liberal yang berpotensi melemahkan otoritas wahyu. Dengan demikian, pendekatan hermeneutika dalam studi pendidikan Islam perlu diarahkan sebagai instrumen ilmiah untuk memperkuat pemahaman keagamaan yang normatif, kontekstual, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.